MENYELESAIKAN AUDIT

BAB I

PENDAHULUAN

Pada makalah ini dibahas tahap terakhir dari audit yang memerlukan review yang cermat dan penuh pemikiran mengenai audit oleh seseorang yang berpengalaman dan sangat berilmu. Selain mereview hasil, beberapa aspek lain dalam menyelesaikan audit sangat menentukan keberhasilansauatu audit. Di makalah ini, tujuh bagian penyelesaian audit akan dibahas.

BAB II

PEMBAHASAN

I.                   MELAKSANAKAN PENGUJIAN TAMBAHAN UNTUK PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

Tujuan yang berhubungan dengan transaksi, tujuan yang berhubungan dengan saldo, dan tujuan pengujian dan pengungkapan. Akan dibahas tiga tahap pertaman proses audit menjelaskan bagaimana auditor merancang dan melaksanakan pengujian audit  untuk memperoleh bukti yang kuat untuk mendukung setiap kategori dari tujuan tujuan audit, auditor melakukan pendekatan untuk memperoleh bukti untuk tujuan audit yang berhubungan penyajian dan pengungkapan, konsisten dengan bagaimana mereka melakukan pendekatan untuk memperoleh bukti untuk tujuan audit yag berkaitan dengan transaksi saldo.

·         Melaksanakan prosedur untuk memahami pengendalian yang berkaitan dengan tujuan penyajian dan pengungkapan sebagai bagian dari prosedur penilaian risiko.

·         Melakukan uji pengendalian dan hubungan dengan pengungkapan ketika penilaian awal atas risiko pengendalian berada di bawah maksimum.

·         Melaksanakan prosedur substantive untuk memperoleh assurance bahwa semua tujuan audit dicapai untuk informasi dan jumlah yang disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan.

Salah satu ke khawatiran utama auditor berkenaan dengan tujuan penyajian danpengungkapan adalah menentukan apakah manajemen telah mengungkapkan semua informasi yang diperlukan (tujuan kelengkapan penyajian dan pegungkapan). Untuk menilai risiko bahwa tujuan kelengkapan untuk penyajian dan pengungkapan tidak dipenuhi, auditor mempertimbangkan informasi yang diperolehnya selama tiga tahap pertama pengujian audit untuk menentukan apakah mereka menyadari fakta dan situasi yang seharusnya diungkapkan.

II.                 REVIEW KEBIJAKAN KONTIJEN DAN KOMITMEN

Kebijakan kontijen (contigent liability) adalah potensi kewajiban dimasa mendatang kepada pihak luar untuk jumlah yang tidak diketahui dari aktivitas yang telah terjadi. Kewajiban kontijen yang material harus diungkapkan dalam catatan kaki. Diperlukan tiga kondisi agar suatu kewajiban kontijen ada :

1.       Terdapat potensi pembayaran ke pihak luar atau kerusakan aktiva (aset) yang diakibatkan oleh kondisi yang ada.

2.       Terdapat ketidak pastian mengenai jumlah pembayaran atau kerusakan dimasa mendatang

3.       Hasil akan dipecahkan oleh satu atau beberapa kejadian dimasa mendatang.

Catatan kaki konttijen harus menggambarkan sifat kontijensi sejauh yang diketahui juga opini dari penasehat hukum atau manajemen terhadap hasil yang diharapkan.

TABEL 24-2 kemungkinan keterjadian dan perlakuan laporan keuangan

Kemungkinan keterjadian peristiwa

Perlakuan laoran keuangan

 

Remote (kecil kemungkinan)

Tidak diperlukan pengungkapan

Reasonably possible (lebih besar dari remote tapi lebih kecil dari probable)

Diperlukan pengungkapan catatan kaki

Probable (mungkin terjadi)

          Jika jumlah dapat diestimasi secara masuk akal, akun akun laporan keuangan disesuaikan

          Jika jumlah tidak dapat diestimasi secara masuk akal, diperlukan pengungkapan catatan

Auditor terutama mencurahkan perhatiannya terhadap beberapa kewajiban kontijen :

ü  Tuntutan tertunda (pending) untuk pelanggaran paten, kewajiban produk, atau tindakan lainnya

ü  Perselisihan pajak pendapatan

ü  Garansi produk

ü  Diskonto wesel tagih

ü  Jaminan untuk kewajiban orang lain

ü  Saldo letter of credit yang beredar yang tidak digunakan

Tujuan auditor yang utama dalam memverifikasi kewajiban kontijen adalah :

·         Mengevaluasi perlakuan akuntansi dari kewajiban kontijen yang diketahui untuk menentukan apakah manajemen telah mengklasifikasikan dengan benar kontijensi tersebut (tujuan klasifikasi penyajian dan pengungkapan)

·         Mengidentifikasi sampai batasan praktis, setiap kontijensi yang belum diidentifikasi oleh manajemen (tujuan pengungkapan penyajian dan penungkapan)

Hal yang berhubugan erat dengan kewajiban kontijen adalah komitmen. Mereka memasukkan hal hal seperti sepakat untuk membeli bahan baku atau menyewakan fasilitas dengan harga tertentu atau menjual barang dagangan pada harga yang tetap, dan juga rencana bonus, rencana pembagian laba dan rencana pensiun, serta kesepakatan royalty. Karakteristik yang paling penting dari komitment adalah kesepakatan perusahaan untuk memberikan komitmennya pada suatu rangkaian kondisi tetap dimasa mendatang. Tanpa memandang apa yang terjati terhadap laba atau ekonomi secara keseluruhan.   Tentunya entitas bisnis setuju memberikan komitmen untuk kepentingannya sendiri yang lebih baik, akan tetapi komitmen tersebut dapat berubah menjadi kurang atau lebih menguntungkan daripada semula yang berpartisipasi. Perusahaan biasanya menggambarkan semuakomitmennya baik dalam catatan kaki yang terpisah atau menggabungkannya dengan catatan kaki yang berkaitan dengan kontijensi.

Beberapa rosedur audit yang sering digunakan untuk mencari kewajuban kontijen, tapi tidak semuanya dapat diterapkan dalam semua audit:

·         Mengajukan pertanyaan pada manajemen (secara lisan maupun tertulis ) mengenai kemungkinan adanya kontijensi yang tidak dicatat

·         Mereview agen pendapatan internal tahun ini dan tahun sebelumnya untuk menyelesaikan pajak pendapatan.

·         Mereview risalah pertemuan direksi dan pemegang saham untuk indikasi tuntutan hukum atau kontijensi lainnya

·         Menganalisis beban (biaya) hukum untuk periode dbawah audit dan mereview faktur dan laporan dari penasehat hukum untuk indikasi kewajian kontijen, terutama tuntutan hukum dan penundaan penilaian pajak.

·         Memperoleh surat dari setiap pengacara utama yang memberikan jasa hukum untuk kliennya dlam status penundaan penilaian pajak.

·         Memperoleh surat dari setiap pengacara yang diberikan jasa hukum untuk kliennya dalam status penundaan tuntutan atau kewajiban kontijen lain.

·         Mereview dokumentasi audit untuk tiap informasi yang mungkin menunjukkan potensi kontijensi .

·         Memeriksa letter of credit yang berlaku pada tangal neraca dan mmperoleh konfirmasi untuk saldo yang digunakan dan tidak digunakan

Mengajukan pertanyaan kepada pengacara klien. Merupakanprosedur utama yang menjadi tempat auditor bergantung untuk mengevaluasi tuntutan hukum yang diketahui atau klain lain terhadap klien dan mengidentifikasi tuntutan tambahan. Auditor bergantung pada keahlian an pengetahuan pengacara klien mengenai persoalan hukum klien untuk memberikan opini professional mengenai hasil yang diharapkan dari tuntutan hukum yang ada dan jumlah yang mungkin dari kewajiban., termasuk biaya paggadilan. Pengacara juga lebih mungkin mengetahui penundaan tuntutan hukum dan klaim  yang mungkin diabaikan oleh manajemen.

Sifat penolakan oleh pengacara untuk menyediakan informasiyang lengkap mengenai kewajiban kontijen kepada auditor jatuh dalam dua kategori :

1.       Pengacara menolak merespon karena kurangnnya mengetahui mengenai persoalan yang melibatkan kewajiban kontijen

2.       Pengacara menolak mengungkapkan informasi yang mereka anggap rahasia

III.              MERVIEW TERHADAP PERISTIWA KEMUDIAN

Tanggung jawab auditor untuk mereview peristiwa kemudian biasanya terbstas pada periode awal dengan tanggal neraca dan akhir dengan tanggal laporan audit. Karena tanggal laporan audit berkaitan dengan penylesaian prosedur audit yang penting dikantor klien, mereview terhadapperistiwa selanjutnya seharusnya selesai dekat dengan akhir audit. Terdapat dua jenis peristiwa kemudian yang memerlukan pertimbangan manajemen dan evaluasi auditor :  peristiwa yang memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian pada jumlah paoran keuangan tahun ini dan peristiwa yang tidakmemiliki dampak langsung terhadap jumlah laporan keuangan tetapi memerlukan pengungkapan.

Peristiwa yang memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian. Beberapa peristiwa yang muncul setelah tanggal neraca menyediakan informasi tambahan terhadap manajemen dan membantu membantu mereka menentukan penyajian yang wajar dari saldo akun pada tanggal neraca. Peristiwa periode kemudian, seperti berikut ini, memerlukan penyesuaian terhadap saldo akun pada laporan keuangan taun ini jika jumlahnya material :

·         Pernyataan kebangkrutan oleh pelanggan dengan saldo piutang usaha yag beredar karena kondisi keuanganpelanggan yang memburuk

·         Penyelesaian tuntutan hukum dengan jumlah yang beredar dari jumlah yang dicatat dari pembukuan

·         Penyingkiran peralatan yang tidak digunakan dalam operasi denganharga dibawah nilai buku pada saat ini

·         Penjualan investasi dengan harga dibawah yang tercatat

Peristiwa yang tidak memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan tetapi memerlukan pengungkapan. Peristiwa atau transaksi yang muncul diperiode selanjutnya yang mungkin memerlukan pengungkapan dan bukan penyesuaian dilaporan keuangan termasuk :

ü  Penurunan dalam nilai pasar sekuritas yang dipegang untukinformasi sementara atau untuk dijual kembali

ü  Penerbitan pbligasi atau sekuritas

ü  Penurunan dalam nilai pasar dari persediaan sebagai konsekuensi dari tindakan pemerintah yang menghalangi penjualan lebih lanjut dari suatu produk

ü  Kerugian persediaan yang tidak diasuransikan akibat dari kebakaran

ü  Marger atau akuisisi

Pengujian pernyataan kepada manajemen. Pengajuan pernyataan bervariasi dari klien ke klien tetapi biasanya berkaitan dengan potensi kewajiban atau komitmen kontijen, perubahan signifikan dalam aktiva atau struktur modal perusaaan, status saat ini dari item yang tidak sepenuhnya diselesaikan pada tanggal neraca. Auditor perusahaan public juga harus mencakup pengujian pernyataan kepada manajemen mengenai setiap perubahan dalam pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan yang dibuat setah akhir periode fiscal.

Berkorespondensi dengan pengacara auditor berkorespondensi dengan pengacara untuk sebagai bagian dari pencarian kewajiban kontijen. Auditor biasanya meminta pengacara untuk memberi tanggal dan mengirimkan surat apda tanggal penyelesaian pekerjaan lapangan yang diharapkan untuk memenuhi tanggung jawab auditor terhadap peristiwa kemudian.

Mereview laporan internal yang disiapkan pada tanggal neraca dalam mereview auditor seharusnya menekankan perubahan dalam bisnis dibandingkan dengan hasil untuk periode yang sama di tahun yang diaudit dan perubahan setelah akhir tahun.

Mereview catatan yang disiapkan setelah tangal neraca. Auditor harus mereview jurnal dan buku besar untuk menentukan keberadaan dan sifat dari transaksi signifikan yang berhubungan dengan tahun berjalan. Jika jurnal tidak diperbaharui, auditor harus mereview dokumen yang akan digunakan untuk menyiapkan jurnal.

Memeriksa risalah yang diterbitkan pada tanggal neraca. Auditor harus memeriksa risalah pertemuan pemegang saham dan direktur setelah tanggal neraca untuk peristiwa kemudian yang mempengaruhi laporan keuangan periode saat ini.

Pemperoleh letter of representation. Ditulisoleh manajemen klien kepada auditor mengesahlan laporan yang dibuat manajemen mengenai persoalan yang berbeda sepanjang audit, termasuk diskusi mengenai peristiwa kemudian. Surat tersbut merupakan keharusan dan mencakup persoalan lain yang relavan.

IV.              MENGEVALUASI HASIL

Auditor harus menggabungkan setiap salah saji yang tidak material untuk mengevaluasi apakah jumlah penggabungannya material. Auditr dapat menyimpan catatan salah saji tersebut dan menggabungkannya dengan cara yang berbeda., tetapi banyak auditor menggunakan skedul audit salah saji yang belum disesuaikan atau ikhtisar salah saji yang mungkin.  Sebelum menyelesaikan audit, auditor harus melakukan evaluasi akhir apakahpengungkapan dalam laporan keuangan telah memenuhi semua tujuan penyajian dan pengungkapan. Auditor harus merancang dan melaksanakan prosedur audit untuk memperoleh bukti bahwa empat tujuan penyajian serta pengungkapan telah dipenuhi. Sebagai bagian dari review akhir terhadap pengungkapan laporan keuangan, banyak kantor akuntan public mengharuskan penyelesaian daftar pemeriksaan pengungkapan laporan keuangan. Atas setiap audit. Kuesioner tersebut dirancang untuk mengingatkan auditor akan masalah pengungkapan umum dalam laporan keuangan dan untuk memfasilitasi review akhir atas keseluruhan audit oleh partner yang independen

Ada tiga alasan mengapa seorang kantor akuntan public yang berpengalaman harus meneliti dengan skema review dokumentasi audit pada tahap penyelesaian audit :

1.       Utuk mengevaluasikinerja personil yangbelum berpengalaman. Sebagian besar dari kebnyakan audit dilaksanakan oleh  personil audit yang memiliki pengalaman kerja kurang dari empat atau lima tahun.

2.       Untuk memastikan bahwa audit memenuhi standar kinerja kantor akuntan public. Pada setiap kantor akuntan public, kualitas kinerja staf sangat bervariasi, tetapi review yang cermat oleh personil puncak kantor bersangkutan akan membantu kita mempertahankan kualitas audit yang seragam.

3.       Untuk mengatasi bias yang sering kali merecoki pertimbangan auditor. Auditor harus selalu berusaha bersikap objektif slama melakukan audit, tetapi mereka mungkin saja kehilangan prespektif yang sebenarnya pada audit yang panjang ketika masalah yang kompleks harus dipecahkan.

V.                BERKOMUNIKASI DENGAN KOMITE AUDIT  DAN MANAJEMEN

Ada empat tujuan utama dari komunitas yang diwajibkan :

1.       Untuk mengomunikasikan tanggung jawab auditor dalam mengaudit laporan keuangan. Komuniksi ini meliputi diskusi dengan auditor bahwa  audit atas laporan keuangan dirancang untuk memperoleh assurance yang masuk akal, dan bukan absolute, mengenai salah saji yang material dalam laporan keuangan serta mengidentifikasi bahwa auditor tidak memberikan pendapat tentang keefektifan pengendalian internal, disamping keterbatasan lainnya dari audit atas laporan keuangan.

2.       Untuk menyediakan tinjauan mengenai lingkup dan penetapan waktu audit. Tujuan dari komunikasi yang diwajibkan ini adalah untuk menyediakan tinjauan tingkat tinggi, seperti pendekatan auditor untuk mengatasi risiko yang signifikan dan pertimbangan terhadap pengendalian internal, serta penetapan waktu audit, rincian sifat dan penetapan waktu prosedur audit dianggap tidak begitu penting sehingga keefektifan dan prediktabilitas audit tidak terganggu.

3.       Untuk menyediakan pihak pihak yang berhak temuan yang signifikan yang diperolehselama audit. Komunikasi tersebut mungkin mencakup diskusi mengenai materi, salah saji yang diperbaiki yang terdeteksi selama audit, dan pandangan auditor tentang aspek aspek kualitatif dari praktik serta estimasi akuntansi yang signifikan dan kesulitan yang signifikan yang ditemui selama audit, termasuk ketidaksepakatan dalam manajemen

4.       Untuk memperoleh informasi yang relavan dengan audit dari pihak yang berhak atau yang trlibat dalam tata kelola. Komite audit atau oihak yang berhak lainnya, seperti dawan direksi, mungkin berbagi keputusan strategis yang dapat mempengaruhi sifat dan penetapan waktu prosedur audit.

VI.              PENEMUAN FAKTA FAKTA LEBIIH LANJUT

Walaupun jarang terjadi kadang kadang auditor mempelajari , setelah laporan keuangan yang telah diterbitkan, bahwa laporang keuangan mengandung salah saji yang material. Ketika penemuan fakta fakta yang lebih lanjut ini terjadi, auditor berkewajiban untuk memastikan bahwa para pemakai yang mengandalkan laporan keuangan diberitahu mengenai salah saji tersebut. Jika auditor mengetahui salah saji tersebut sebelum laporan audit diterbitkan, auditor harus bersikeras bahwa manajemenlah yang harus memperbaiki salah saji ituatau sebagai gantinya, laporan audit yang berbeda akan diterbitkan. Jika auditor menemukan ahwa laporan ternyata menyesatkan kerika penerbitan, tindakan yang harus ditempuh adalah meminta klien untuk menerbitkan laporankeuangan yang telah direvisi dan mencantumkan penjelasan mengenai alasan revisi tersebut. Jika laporan keuangan periode selanjutnya telah selesai sebelum laporan yang direvisi akan diterbitkan , tidak dibenarkan untuk mengungkapkan salah saji dalam laporan keuangan periode selanjutnya. Penemuan fakta fakta yang lebih lanjut memerlukan penarikan kembali atau penerbitan kembali laporan keuangan hanya berasal dari peristiwa bisnis yang terjadi sebelum tanggal laporan auditor.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Tahap penyelesaian audit merupakan tahap  yang penting untuk memastikan audit yang berkualitas. Dalam tahap ini, auditor melaksanakan pengujian tambahan atas penyajian dan pengungkapan, termasuk mereview kontijensi dan peristiwa kemudian. Auditor juga mereview kecukupan bukti audit dan keputusan yang diambil untuk menentukan apakah hal itu mendukung pendapat audit. Kemudian auditor berkomunikasi dengan komite audit dan manajemen mengenai temuan yang penting dan persoalan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Randol J. ELDER. 2011. Audit Dan Jasa Assurance Jilid 2 , Jakarta : ERLANGGA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s