Dear God

Tuhan ketika saya kecewa, saya memilih untuk memendamnya sendiri. Ketika semuanya itu sudah tidak bisa ku bendung lagi saya memilih untuk menangis. Saya belajar untuk tidak memaksakan kehendakku. Saya belajar untuk terus bersabar, berharap, mengerti dan percaya akan datang hari dimana saya akan tersenyum kembali. Tuhan … terkadang saya memang sering mengeluh. Tapi saya tidak pernah menuntut hal yang berlebih karna sy sadar saya hanya hamba mu yang tidak sempurna. Tuhan …. tolong tenangkan dan dewasakan hati ini agar saya dapat memilih yang terbaik untuk masa depanku. Tuhan…. tuntunlah jalanku.

image

R

Hai nur ini aku, pagi ini 24 juli 2013.
Hmm.. Maaf saya mampir di blogmu ^_^, saya tau perasaanmu, saya tau besarnya perasaanmu ke saya, sebenarnya saya sangat syg dengan kmu.
Sering ketika sa baca sesuatu yg sa temukan di notebook dan hpmu itu membuatku begitu berfikir keras betapa kau sungguh cinta dgn sa, entah dari mana saya harus memulai perkataanku, sa juga mencintaimu sgt syg denganmu tapi maaf saya tidak bisa jadi jodohmu banyak hal yg membuatku tidak bisa memilihmu, terkadang saya ingin jelaskan dgnmu langsung tapi sa nda tega, meski saya katakan disini, knp saya tidak bisa memilihmu sa nda mau kau terluka.
sesungguhnya saya sering cemburu melihat pesan2 di hpmu dan kedekatanmu dengan beberapa laki2 dan sering mendapatimu berbohong, sebenarnya saya tau, sa berfikir mungkin dengan ini perasaanmu ke sa tidak terlalu besar dengan adanya mereka.
Sa sering bersedih karna cintamu ke sa, sa juga syg dan mencinta tapi tak bisa bersama. Nur apapun yg pernah kita lakukan dari waktu yg berlalu biar kita yg simpan, terima kasih dgn apa yg kau berikan, sa bahagia saat2 bersamamu, jika kebersamaan kita yg lalu membuatmu luka dan menyesal, sa minta maaf, sa tau ini pasti sangat berat buatmu.
Sa bahagia nur 3 bulan ini melepas rinduku untukmu, nur kejar cita2mu kejar impianmu, hati2 dengan laki2 karna byk yg hanya buat luka seperti sa, sygi hidupmu seperti kau menyayangi attamu.
Terima kasih telah mengajariku kebaikan.
I LOVE U.

R

malam ini aku chating via facebook dengan cici, dia berusaha menjodohkanku dengan risman.

dengan berbagai upaya dia merayuku agar aku mau jadian dengan risman karna cici sudah jadian dengan irval.

tapi aku bersikeras monolaknya, smpai pada akhirnya dia berkata

” aku tau kalian berdua pasti saling sayang, buktinya kalian sudah begitu dekat. saya rasa siapapun yang melihat kalian pasti akan mengira kalau kalian berdua adalah pasangankekasih”

tapi dengan tegas aku membantah

“chy, kami tidak pacaran, kalau soal sayang aku sayang sama dia, aku sayang sama kalian bertiga”

trus cici membalas chat aku

“nah itu kamu sayang sama dia, kenapa tidak dipersatukan saja ? aku rasa risman juga sangat sayang sama kamu, aku memperhatikan semua tingkah kalian berdua  selama ini danjujur aku pikir kalian itu pacaran

dalam hati aku berkata

“chy, seandainya kamu tau betapa besar cintaku untuknya, aku sangat cinta padanya, belum pernah aku merasakan perasaan yang sedalam ini sebelumnya

rasanya aku ingin teriak, meluapkan semua perasaanku  yang selama ini aku berusaha menyembunyikannya demi berusaha terlihat tegar dihadapannya. aku membuat diriku jadi keras, padahal aku tau ini bukan aku. semua aku lakukan agar dia tidak tau kalau aku masi sangat mencintainya. sedangkan aku tidak pernah tau perasaannya padaku.

kadang aku berpikir, rasanya dia munafik sekali menyembunyikan perasaannya. padahal sebenarnya dia sayang sama aku, sama seperti aku sayang sama dia.

aku rasa aku harus mencinta dengan ikhlas, mencintai toh tidak harus  memiliki

AUDIT SIKLUS AKUISISI MODAL DAN PEMBAYARAN KEMBALI

KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayah serta nikmat diantaranya adalah nikmat sehat, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Auditing    dengan ruang lingkup pembahasan “ Audit Siklus Akuisisi Modal dan Pembayaran Kembali “. Adapun tujuan dibuatnya tugas makalah ini selain untuk mendapatkan nilai tugas tetapi juga agar dapat meningkatkan ilmu pengetahuan mengenai auditing  dan mahasiswa pada khususnya dalam memahami dan mengerti Audit Siklus Akuisisi Modal dan Pembayaran Kembali.

Banyak kesulitan dan hambatan yang kami hadapi dalam membuat tugas makalah ini tapi dengan semangat dan kegigihan yang kami lakukan serta dorongan, arahan, bimbingan, dan bantuan dari berbagai pihak sehingga kami mampu menyelesaikan Tugas Makalah ini dengan baik.

Oleh karena itu pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati kami mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah  Auditing sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Makassar,         Juni 2013

            Kelompok I

BAB I

PENDAHULUAN

 

            Able Construction Company yang terlibat dalam kontrak konstruksi jangka panjang, mengakui laba dengan menggunakan metode persentase penyelesaian. Untuk membiayai operasinya, able meminjam dana dari Bank dan setuju menaati akad pinjaman restriktif yang tergantung pada laba yang dilaporkan dari kontrak jangka panjang itu. Metode persentase penyelesaian mewajibkan, salah satunya suatu perjanjian dengan persyaratan yang baik dan dapat diberlakukan., metode estimasi biaya yang dapat diandalkan untuk menyelesaikan kontrak, dan pengakuan kerugian pada saat kerugian itu terjadi. Sebagai bagian dari audit Able, auditor membaca kontrak atas semua proyek yang berlangsung, menguji biaya yang dikeluarkan hingga tanggal tersebut, dan meniali profitabilitas akhir dari kontrak, termasuk membahasnya dengan manajemen . bagian yang signifikan dari memverifikasi laba menurut metode persentase penyelesaian adalah mengaudit biaya yang dikeluarkan.

Pada tahun berjalan, catatan dan skedul manajemen berkenaan dengan proyek mengindikasikan bahwa semua proyek akan menghasilkan laba, untuk setiap proyek, terdapat skedul terpisah yang menunjukkan estimasi total pendapatan dari proyek tersebut, biaya yang dikeluarkan dalam periode berjalan, biaya yang dikeluarkan hingga saat ini, estimasi total biaya, persentase penyelesaian, dan laba yang diakui pada periode berjalan. Auditor membahas setiap proyek dengan manajemen, melaksanakan pengujian audit untuk mendukung skedul , dan menyimpulkan bahwa pendapatan , beban, serta laba telah dinyatakan secara layak. Laba yang dilaporkan akan memungkinkan Able untuk memenuhi beberapa akad restriktif dalam perjanjian pinjamannya di bank.

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.        AKUN – AKUN DALAM SIKLUS

 

Siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali , yang berkenaan dengan akuisisi sumber daya modal melalui utang berbunga dan ekuitas pemilik serta pembayaran kembali modal. Siklus ini juga mencakup pembayaran bunga dan deviden.

Empat karakteristik siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali yang akan mempengaruhi audit atas akun – akun adalah sebagai berikut :

  • Secara relative hanya ada segelintir transaksi yang mempengaruhi saldo akun, tetapi setiap transaksi itu sering kali sangat material.
  • Pengecualian atau salah saji satu transaksi dapat bersifat material. Akibatnya sering kali auditor lebih menekankan pada tujuan audit yang berkaitan dengan saldo ( kelengkapan dan keakuratan ) ketika mengaudit akun – akun tersebut.
  • Ada hubungan legal antara entitas klien dan pemegang saham, obligasi atau dokumen kepemilikan yang serupa.
  • Ada hubungan langsung antara akun deviden dan bunga serta utang dan ekuitas.  Dalam audit atas utang berbunga, auditor harus memverifikasi secara simultan beban bunga dan utang berbunga terkait.

Akun – akun dalam siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali tergantung pada jenis bisnis yang dioperasikan perusahaan dan bagaimana perusahaan tersebut dibiayai. Semua perusahaan memiliki modal saham dan laba ditahan, tetapi beberapa mungkin juga memiliki saham preferen, modal disetor tambahan, dan saham treasuri. Karakteristik unik dari siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali mempengaruhi cara auditor memverifikasi akun – akun dalam siklus. Siklus ini sering kali melibatkan akun – akun berikut :

  1. Wesel bayar                                    9.    Modal saham – biasa                      17.  Laba ditahan
  2. Utang kontrak                                10.  Modal saham – preferen             18.  Utang dividen
  3. Utang hipotik                                  11.  Saham treasuri
  4. Utang obligasi                                 12.  Dividen yang diumumkan
  5. Beban bunga                                   13.  Agio saham
  6. Bunga akrual                                   14.  Modal sumbangan
  7. Apropriasi laba ditahan              15.  Persekutuan – akun modal
  8. Kas di Bank                                      16.  Perusahaan Perseorangan – akun

Metodologi untuk Merancang Pengujian atas Rincian Saldo Wesel Bayar

Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi wesel bayar

                                                                                                      Tahap  I

Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai resiko inheren untuk wesel bayar

 

                                                                                                      Tahap  I             

 

 

                                                                             Tahap  I

 

 

                                                                             Tahap  II

 

                                                                             Tahap  III

 

 

Item yang akan dipilih

                                                                                                                 Tahap  III

Penetapan waktu

 

 

         Menentukan pengujian  atas rincian saldo wesel bayar, auditor mempertimbangkan risiko bisnis, salah saji yang dapat ditoleransi, risiko inheren, risiko pengendalian, hasil pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi, serta hasil prosedur analitis. Auditor sering kali menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi pada tingkat yang rendah karena biasanya saldo akun dan transaksi yang mempengaruhi saldo akun wesel bayar dapat diaudit sepenuhnya.

Pada umumnya auditor juga menetapkan risiko inheren pada tingkat yang rendah karena nilai akun yang benar biasanya mudah ditentukan. Untuk memahami dengan baik prosedur audit atas banyak akun dalam siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali, akun representative yang merupakan bagian signifikan dari siklus bagi bisnis yang tipikal

 

 

  1. B.       WESEL BAYAR

Wesel bayar (note payable ) adalah kewajiban hokum kepada kreditor, yang mungkin dijamin atau tidak dijamin oleh aktiva, dan menggunakan bunga. Pada umumnya wesel diterbitkan selama satu periode antara satu bulan dan satu tahun, tetapi ada juga yang leboh lama.

Wesel diterbitkan untuk tujuan yang berbeda, dan property yang diberikan sebagai jaminan untuk mencakup berbagai aktiva, seperti sekuritas , piutang usaha, persediaan dan aktiva tretap. Pembayaran  pokok dan bunga atas wesel harus dilakuakn sesuai dengan persyaratan dalam perjanjian pinjaman. Untuk pinjaman jangka pendek, pembayaran pokok dan bunga biasanya hanya akan di lakukan ketika pinjaman itu jatuh tempo. Untuk pinjaman berjangka lebih dari 90 hari, biasanya wesel mengharuskan pembayaran secara bulanan atau kuartalan.

Tujuan dari audit wesel bayar adalah untuk menentukan apakah :

©       Pengendalian internal terhadap wesel bayar sudah memadai

©       Transaksi pembayaran pokok dan bunga yang melibatkan wesel bayar diotorisasi secara layak serta dicatat sesuai dengan enam tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi.

©       Kewajiban untuk wesel bayar dan beban bunga terkait serta kewajiban akrual telah dinyatakan secara layak seperti yang didefenisikan oleh tujuh dari delapan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo. ( Nilai realisasi tidak dapat diterapkan pada akun kewajiban ).

Terdapat empat pengendalian yang penting terhadap wesel bayar :

|  Otorisasi yang tepat atas penerbitan wesel baru

Tanggung jawab atas penerbitan wesel baru harus diberikan kepada dewan direksi atau personil manajemen tingkat tinggi.

|  Pengendalian yang memadai terhadap pembayaran kembali pokok dan bunga.

Pembayaran bunga dan pokok secara periodic harus menjadi subjek pengendalian dalam siklus akuisisi dan pembayaran. Pada saat wesel diterbitkan, departemen akuntansi harus nenerima salinan wesel itu, seperti ketika menerima faktur vendor dan laporan penerimaan.

|  Dokumen dan catatan yang memadai

Mencakup catatan pembantu dan pengendalian terhadap wesel kosong serta wesel yang telah dibayar oleh orang yang berwenang.

|  Verifikasi independen periodic

Secara periodic, catatan wesel yang terinci harus direkonsiliasi dengan buku besar umum dan dibandingkan dengan catatn pemegang wesel oleh karyawan yang tidak bertanggung jawab menyimpan catatan yang terinci. Pada waktu yang sama, seseorang yang independen harus menghitung ulang beban bunga atas wesel untuk menguji keakuratan penyimpanan catatan.

Prosedur analitis merupakan hal yang penting bagi wesel bayar karena pengujian atas rincian saldo untuk beban bunga dan bunga akrual sering kali dapat dieleminasi apabila hasilnya menguntungkan.

Prosedur analitis untuk wesel bayar

Prosedur Analitis

Kemungkinan Salah Saji

Menghitung ulang beban bunga atas dasar suku bunga rata – rata dan wesel bayar bulanan secara keseluruhan  Salah saji beban bunga dan bunga akrual       atau penghapusan wesel bayar yang beredar
membandingkan setiap wesel yang beredar dengan tahun sebelumnya Penghapusan atau salah saji wesel bayar
Membandingkan total saldo wesel bayar, beban bunga, dan bunga akrual dengan saldo tahun sebelumnya Salah saji beban bunga dan bunga akrual atau wesel bayar

Prediksi independen auditor mengenai beban bunga, dengan menggunakan rata – rata wesel bayar yang beredar dan rata – rata suku bunga, akan membantu auditor mengevaluasi kelayakan beban bunga dan juga menguji wesel bayar yang dihilangkan. Jika beban bunga actual secara material jauh lebih besar dari estimasi auditor, salah satu penyebab yang mungkin adalah pembayaran bunga yang dicatat atas wesel bayar yang belum dicatat.

Dua tujuan audit yang berkaitan dengan saldo yang paling p[enting dalam wesel bayar adalah :

1)     Wesel bayar yang ada  telah dicantumkan ( kelengkapan ).

2)     Wesel bayar dalam skedul telah dicatat secara akrual ( keakuratan ).

  1. C.        EKUITAS PEMILIK

 

Terdapat perbedaan yang penting dalam audit atas ekuitas pemilik antara perusahaan terbuka dan perusahaan tertutup.

  • Perusahaan tertutup

Dalam sebagian perusahaan tertutup , yang umumnya memiliki sedikit pemegang saham, sering kali terjadi transaksi, jika ada berkenaan dengan akujn modal saham selama tahun berjalan. Satu – satunya transaksi yang dimasukkan dalam bagian ekuitas pemilik kemungkinan adalah perubahan ekuitas pemilik akibat laba atau rugi tahunan dan pengumuman dividen. Perusahaan tertutup jarang membayar dividen, sehingga auditor hanya akan menghabiskan waktu yang sedikit untuk memverifikasi ekuitas pemilik, walaupuin harus mjenguji catatan perusahaan.

  • Perusahaan terbuka

Bagi perusahaan terbuka verifikasi atau ekuitas pemilik jauh lebih kompleks karena banyaknya jumlah pemegang saham dan individu yang memiliki saham sering berubah. Pengujian untuk memverifikasi akun ekuitas pemilik yang utama dalam suatu perusahaan terbuka, yang mencakup :

s  Modal dan saham biasa

s  Agio saham

s  Laba ditahan dan dividen yang terkait

Menyajikan suatu tinjauan mengenai akun ekuitas  pemilik khusus yang akan dibahas. Tujuan dari setiap akun itu adalah untuk menentukan apakah :

S  Pengendalian internal terhadap modal saham dan dividen terkait sudah memadai

S  Transaksi ekuitas pemilik telah dicatat dengan benar , seperti didefenisikan oleh enam tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi

S  Saldo ekuitas pemilik telah dicatat secara layak, seperti didefenisikan oleh delapan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo, dan disajikan serta diungkapkan secara layak, seperti didefenisikan oleh empat tujuan audit yang berkaitan dengan penyajian dan pengungkapan untuk akun ekuitas pemilik.

Akun ekuitas pemilik lainnya diverifikasi dengan cara yang kurang lebih sama dengan cara yang diatas.

 

 

           Beberapa pengendalian internal sangatlah penting bagi aktivitas ekuitas pemilik yang penting. Beberapa dari pengendalian tersebut dalam bagian berikut :

Otorisasi Transaksi yang Tepat karena setiap transaksi ekuitas pemilik umumnya bersufat material, banyak dari transaksi tersebut harus disetujui oleh dewan direksi. Jenis transaksi ekuitas pemilik berikut biasanya memerlukan otorisasi khusus :

  • Penerbitan modal saham ; otorisasi itu termasuk jenis ekuitas yang akan diterbitkan ( seperti saham preferen atau saham biasa ), jumlah saham yang akan diterbitlkan, nilai pari saham, kondisi privilege bagi setiap saham selain saham biasa, dan tanggal penerbitan.
  • Pembelian kembali modal saham ; pembelian kembali saham biasa atau saham preferen, penetapan waktu pembelian kembali, dan jumlah yang akan dibayar atau saham semuanya harus disetujui oleh dewan direksi.
  • Pengumuman dividen ; dewan direksi harus mengotorisasi bentuk dividen ( seperti tunai atau saham ), jumlah dividen per saham, dan catatan serta tanggal pembayaran dividen.

Penyimpanan Catatan dan Pemisahan Tugas yang Tepat jika suatu perusahaan menyimpan catatan miliknya sendiri mengenai transaksi saham dan saham yang beredar, pengendalian internal harus memadai untuk memastikan bahwa :

  • Pemilik actual saham diakui dalam catatan perusahaan
  • Jumlah dividen yang benar dibayar kepemegang saham yang memiliki saham pada tanggal pencatatan dividen
  • Potensi misapropriasi aktiva telah diminimalisasi

File Induk Modal Saham Pemegang Saham adalah catatan saham yang beredar pada suatu waktu tertentu. File induk berfungsi sebagai pengecek terhadap keakuratan catatan sertifikat modal saham dan saldo saham biasa dalam buku besar umum. File tersebut juga digunakan sebagai dasar bagi pembayaran dividen.

Panitera Independen dan Agen Transfer Saham setiap perusahaan yang sahamnya terdafrtar di bursa saham diwajibkan memiliki panitera independen  sebagai pengendali untuk mencegah penerbitan sertifikat saham yang tidak tepat. Tanggung jawab panitera independen adalah memastikan bahwa saham diterbitkan oleh perusahaan sesuai dengan provisi modal saham dalam akta perusahaan dan otorisasi dewan direksi.

 

  1. D.    AUDIT MODAL SAHAM DAN MODAL DISETOR


Auditor sangat memperhatikan empat hal berikut ketika mengaudit modal saham dan agio saham :

Ñ       Transaksi modal saham yang ada telah dicatat

Auditor dapat mengkonfirmasikan apakah setiap transaksi modal saham memang terjadi serta keakuratan transaksi yang ada dengan mereka dan kemudian menentukan apakah semua transaksi telah dicatat.

Ñ          Transaksi modal saham yang dicatat memang terjadi dan dicatat secara akurat

Auditor dapat segera memverifikasi keakuratan pencatatan transaksi modal saham secara tunai dengan mengkonfirmasi jumlahnya dengan agen transfer dan menelusuri jumlah transaksi modal saham yang tercatat ke penerimaan kas. ( Dalam kasus saham treasuri, jumlahnya ditelusuri ke jurnal pengeluaran kas ). Selain itu, auditor juga harus memverifikasi apakah jumlah yang benartelah dikredit ke modal saham dan agio saham dengan mengacu ke akta perusahaan untuk menentukan nilai pari atau ditetapkan modal saham.

Ñ          Modal saham dicatat secara akurat

Auditor memverifikasi saldo akhir akun modal saham dengan menentukan terlebih dahulu jumlah saham yang beredar pada tanggal neraca. Konfirmasi dari agen transfer merupakan cara yang paling sederhana untuk memperoleh informasi ini. Jika agen transfer tidak ada, auditor harus mengandalkan pemerikasaan atas catatan saham dan akuntansi untuk semua saham yang beredar dalam catatan sertifikat saham, pemeriksaan semua sertifikat yang dibatalkan, serta akuntansi untuk sertifikat kosong.

Ñ          Modal saham disajikan dan diungkapkan secara layak

Sumber informasi yang paling penting untuk menentukan apakah keempat tujuan yang berkaitan dengan penyajian dan pengungkapan bagi aktivitas modal saham telah dipenuhi adalah akta perusahaan, notulen rapat dewan direksi, dan analisis auditor mengenai transaksi modal saham. Keenam tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi, tujuan yang paling penting, termasuk yang berkenaan dengan utang dividen yaitu :

1)     Dividen yang dicatat memang terjadi (keterjadian)

2)     Dividen yang ada telah dicatat (kelengkapan)

3)     Dividen telah dicatat secara akurat (keakuratan)

4)     Dividen dibayar kepada pemegang saham yang ada (keterjadian)

5)     Utang dividen telah dicatat (kelengkapan)

6)     Utang dividen telah dicatat secara akurat (keakuratan

BAB III

PENUTUP

  1. A.     KESIMPULAN

 

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa Siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali , yang berkenaan dengan akuisisi sumber daya modal melalui utang berbunga dan ekuitas pemilik serta pembayaran kembali modal. Siklus ini juga mencakup pembayaran bunga dan deviden.

Wesel bayar (note payable ) adalah kewajiban hokum kepada kreditor, yang mungkin dijamin atau tidak dijamin oleh aktiva, dan menggunakan bunga. Pada umumnya wesel diterbitkan selama satu periode antara satu bulan dan satu tahun, tetapi ada juga yang leboh lama. Wesel diterbitkan untuk tujuan yang berbeda, dan property yang diberikan sebagai jaminan untuk mencakup berbagai aktiva, seperti sekuritas , piutang usaha, persediaan dan aktiva tretap. Pembayaran  pokok dan bunga atas wesel harus dilakuakn sesuai dengan persyaratan dalam perjanjian pinjaman.

Dalam sebagian perusahaan tertutup , yang umumnya memiliki sedikit pemegang saham, sering kali terjadi transaksi, jika ada berkenaan dengan akujn modal saham selama tahun berjalan. Sedangkan Bagi perusahaan terbuka verifikasi atau ekuitas pemilik jauh lebih kompleks karena banyaknya jumlah pemegang saham dan individu yang memiliki saham sering berubah. Pengujian untuk memverifikasi akun ekuitas pemilik yang utama dalam suatu perusahaan terbuka,

Auditor sangat memperhatikan empat hal berikut ketika mengaudit modal saham dan agio saham : Transaksi modal saham yang ada telah dicatat,  Transaksi modal saham yang dicatat memang terjadi dan dicatat secara akurat,  Modal saham dicatat secara akurat, dan  Modal saham disajikan dan diungkapkan secara layak.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Randol J. ELDER. 2011. Audit Dan Jasa Assurance Jilid 2 , Jakarta : ERLANGGA

MENYELESAIKAN PENGUJIAN DALAM SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN : ” VERIFIKASI AKUN TERPILIH”

KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayah serta nikmat diantaranya adalah nikmat sehat, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Auditing    dengan ruang lingkup pembahasan “Menyelesaikan Pengujian dalam Siklus Akisisi dan Pembayaran ; Verifikasi Akun Terpilih   “. Adapun tujuan dibuatnya tugas makalah ini selain untuk mendapatkan nilai tugas tetapi juga agar dapat meningkatkan ilmu pengetahuan mengenai auditing  dan mahasiswa pada khususnya dalam memahami dan mengerti Menyelesaikan Pengujian dalam Siklus Akisisi dan Pembayaran.

Banyak kesulitan dan hambatan yang kami hadapi dalam membuat tugas makalah ini tapi dengan semangat dan kegigihan yang kami lakukan serta dorongan, arahan, bimbingan, dan bantuan dari berbagai pihak sehingga kami mampu menyelesaikan Tugas Makalah ini dengan baik.

Oleh karena itu pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati kami mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah  Auditing sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Makassar,       Juni  2013

            Kelompok I

BAB I

PENDAHULUAN

 

Transaksi dalam siklus akuisisi dan pembayaran mempengaruhi beberapa akun aktiva:

  • Perlengkapan
  • Properti
  • Pabrik
  • Peralatan
  • Serta akun beban dibayar dimuka.

Diantara beberapa lainnya pembayaran jasa juga mempengaruhi banyak akun beban. Untuk melanjutkan pembahasan mengenai siklus akuisisi dan pembayaran juga akan membahas masalah audit yang berhubungan dengan akun – akun lain yang umumnya ditemukan dalam siklus akuisisi dan pembayaran sebagian besar bisnis.

Cerita mengenai TVCN menyoroti pentingnya memahami sifat transaksi siklus akuisisi dan pembayaran. Karena transaksi dalam siklus ini mempengaruhi sejumlah besar akun baik dalam neraca maupun laporan laba rugi, transaksi yang diklasifikasikan dengan tidak benar dapat sangat mempengaruhi hasil yang dilaporkan , seperti yang terjadi pada TVCN. Auditor harus memahami sifat transaksi yang mengatur melalui siklus akuisisi dan pe,mbayaran sehingga dapat menilai secara efektif risiko salah saji yang material dan melaksanakana prosedur audit lebih lanjut untuk mengevaluasi akun – akun dalam siklus tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.       JENIS AKUN LAIN DALAM SIKLS AKUISISI DAN PEMBAYARAN

Banyak akun khusus yang terkait dengan transaksi dalam siklus akuisisi dan pembayaran. Jenis aktiva, beban, dan kewajiban bagi banyak perusahaan akan berbeda terutama yang berkecimpung dalam industry selain ritel, grosir, dan manufaktur. Masalah yang berkaitan dengan beberapa akun kunci lainnya dalam siklus ini akan dibahas terutama audit atas:

·         Property, pabrik dan peralatan

·         Beban dibayar dimuka

·         Kewajiban lainnya

·         Laba dan akun beban

  1. B.         AUDIT ATAS PROPERTI, PABRIK, DAN PERALATAN

Properti, pabrik, dan peralatan adalah aktiva yang memiliki umur yang diharapkan lebih dari satu tahun, digunakan dalam bisnis, dan tidak diperoleh untuk dijual kembali. Tujuan penggunaan aktiva sebagai bagian dari operasi bisnis klien dan umur yang diharapkannya yang lebih dari satu tahun merupakan karakteristik yang signifikan yang membedakan aktuva tersebut dengan persediaan, beban dibayar di muka, dan investasi.  Table 20-2 menjukkan contoh klasifikasi akun property, pabrik, dan peralatan yang umum. Akuisisi property, pabrik, dan peralatan dilakukan melalui siklus akuisisi dan pembayaran.

Akun yang umumnya digunakan untuk peralatan manufaktur diilustrasikan pada gambar 20-2. Pendebetan ke peralatan manufaktur berasal dari siklus akusisi dan pembayaran. Karena sumber debet akun aktiva adalah jurnal akuisisi. Akan tetapi karena penambahan peralatan tidak sering dilakukan, sering kali berjumlah besar, dan terkena pengendalian khusus, seperti persetujuan dewan direksi, auditor dapat memutuskan untuk tidak terlalu bergantung pada pengujian tersebut sebagai bukti pendukung penambahan aktiva tetap.

Auditor membedakan cara memverifikasi peralatan manufaktur dengan akun aktiva lancar karena tiga alasan:

1.      Biasanya akuisisi peralatan manufaktur jarang dilakukan pada periode berjalan

2.      Jumlah setiap akuisisi biasanya material

3.      Peralatan mungkin tetap disimpan dan dicatat dalam catatan akunansi selama beberapa tahun.

4.      Karena perbedaan tersebut, audit atas peralatan manufaktur lebih menekankan       pada verifikasi akuisisi yang dilakukan pada periode berjalan dan bukan saldo akun yang dibawa dari tahun sebelumnya

Dalam audit atas peralatan manufaktur dan akun-akun yang terkait, auditor harus memisahkan pengujian ke dalam kategori berikut:

·         Melaksanakan prosedur analitis

·         Memverifikasi akuisisi tahun berjalan

·         Memverifikasi pelepasan atau pembuangan tahun berjalan

·         Memverifikasi saldo akhir akun aktiva

·         Memverifikasi beban penyusutan

·         Memverufikasi saldo akhir akumulasi penyusutan

Melaksanakan prosedur Analitis

Jenis prosedur analitis tergantung pada sifat operasi klien. Sebagian prosedur analitis yang tipikal menilai kemungkinan salah saji yang material dalam beban penyusutan dan akumulasi penyusutan.

Memverifikasi Akuisisi Tahun Berjalan

Perusahaan harus mencatat penambahan selama tahun berjalan dengan benar karena aktiva memiliki pengaruh jangka panjang terhadap laporan keuangan. Auditor menggunakan tujuh dari delapan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo sebagai kerangka referensi bagi pengujian atas rincian saldo: eksistensi, kelengkapan, keakuratan, klasifikasi, pisah batas, detail tie-in, serta hak dan kewajiban.

Pengujian audit aktual dan ukuran sampel sangat tergantung pada salah saji yang dapat ditoleransi, risiko inheren, dan penilaian risiko pengendalian. Salah saji yang dapat ditoleransi merupakan hal yang penting untuk memverifikasi penambahan tahun berjalan karena transaksi tersebut bervariasi dari jumlah yang tidak material dalam beberapa tahun hingga sejumlah besar akuisisi yang signifikan dalam tahun lainnya.

Skedul yang tipikal memuat daftar setiap penambahan secara terpisah dan mencantumkan tanggal akuisisi, vendor, deskripsi, notasi apakah barang tersebut baru atau bekas, umur aktiva untuk tujuan penyusutan, metode penyusutan, dan biaya atau bekas, umur aktiva untuk tujuan penyusutan, metode penyusutan, dan biaya atau harga perolehannya. Pengujian audit yang paling umum untuk memverifikasi penambahan adalah memeriksa faktur vendor.

Auditor harus waspada terhadap kemungkinan kelalaian klien untuk mencantumkan biaya transportasi dan instalasi yang material sebagai bagian dari biaya akuisisi aktiva, serta kelalaian untuk mencatat dengan benar tukar tambah peralatan yang ada. Jika kebijakan kilen adalah membebankan akuisisi yang lebih kecil dari jumlah secara otomatis, seperti $1000, auditor harus memverifikasi bahwa kebijakan tersebut ditaati pada tahun berjalan. Auditor juga harus memverifikasi transaksi yang tercatat menyangkut ketepatan klasifikasinya.

Dalam beberapa kasus, jumlah yang tercatat sebagai peralatan manufaktur  harus diklasifikasikan sebagai peralatan kantor atau sebagai bagian dari bangunan. Pengendalian internal yang buruk terhadap pembuatan dokumen, dapat menimbulkan misklasifikasi transaksi pengeluaran yang signifikan.

Biasanya klien mencantumkan transaksi yang harus dicatat sebagai aktiva dalam beban reparasi dan pemeliharaan, beban lease, perlengkapan, peralatan kecil, dan akun-akun serupa. Slah saji dapat saja berasal dari kurangya pemahaman terhadap prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum atau keinginan klien untuk menghindari pajak penghasilan. Jika auditor menyimpulkan jenis salah saji yang material ini mungkin terjadi,  mereka harus memvouching jumlah yang lebih besar yang didebet ke akun beban.

Memverifikasi Pelepasan Tahun berjalan

Transaksi yang melibatkan pelepasan peralatan manufaktur sering kali disalahsajikan apabila pengendalian internal perusahaan tidak memiliki metode formal. Jikla klien lalai mencatat pelepasan, biaya awal akun peralatan manufaktur akan dinyatakan terlalu tinggi, dan nilai buku bersih akan dinyatakan terlalu tinggi hingga aktiva telah disusutkan sepenuhnya. Metode formal untuk menelusuri pelepasan dan provisi menyangkut otorisasi yang tepat atas penjualan atau pelepasan peralatan manufaktur lainnya akan membantu mengurangi risiko salah saji. Juga harus ada verifikasi internal yang memadai atas pelepasan yang tercatat untuk memastikan bahwa aktiva telah dihapus dengan benar dari catatan akuntansi.

Titik awal untuk memverifikasi pelepasan adalah skedul klien yang berisi catatan tentang pelepasan itu. Skedul tersebut umumnya mencantumkan tanggal kapan aktiva dilepas atau dibuang, nama orang atau perusahaan yang mengakuisisi aktiva, harga jual, biaya awal, tanggal akuisisi, dan akumulasi penyusutan. Pengujian detail tie-in atas skedul yang mencatat pelepasan diperlukan, termasuk memfooting skedul, menelusuri total pada skedul ke pelepasan yang tercatat dalam buku besar umum, serta menelusuri biaya dan akumulasi penyusutan pelepasan ke file induk properti.

Prosedur berikut seringkali digunakan untuk memverifikasi pelepasan:

  • Mereview apakah aktiva yang baru diakuisisi menggantikan aktiva yang ada
    • Menganalisis keuntungan dan kerugian atas pelepasan aktiva dan pendapatan rupa-rupa yang diterima dari pelepasan aktiva
    • Mereview modifikasi pabrik dan perubahan lini produk, pajak properti, atau cakupan asuransi untuk indikasi penghapusan peralatan
    • Melakukan tanya-jawab dengan manajemen dan personil produksi mengenai kemungkinan pelepasan aktiva

Ketika suatu aktiva dijual atau dibuang begitu saja tanpa ditukar dengan aktiva pengganti, keakuratan transaksi dapat diverifikasi dengan memeriksa faktur penjualan terkait dan file induk properti. Auditor harus membandingkan biaya dan akumulasi penyusutan yang ada dalam file induk dengan ayat jurnal yang tercatat dalam jurrnal umum serta menghitung kembali keuntungan atas kerugian atas pelepasan aktiva. Jika terjadi tukar tambah aktiva dengan aktiva pengganti, auditor harus memastikan bahwa aktiva yang baru dikapitalisasi dan aktiva yang digantikan dihapus secara layak dari catatan, dengan mempertimbangkan nilai buku aktiva yang ditukar tambah dan biaya tambahan aktiva yang baru.

Memverifikasi Saldo Akhir Akun Aktiva

Dua tujuan auditor mengaudit peralatan manufaktur termasuk menentukan bahwa:

  1. Semua peralatan yang tercatat ada secara fisik pada tanggal neraca (eksistensi)
  2. Semua peralatan yang dimiliki telah dicatat (kelengkapan)

Ketika merancang pengujian audit untuk memenuhi tujuan tersebut, pertama auditor mempertimbangkan sifat pengendalian internal terhadap peralatan manufaktur. Auditor mampu menyimpulkan bahwa pengendalian cukup kuat untuk memungkinkannya bergantung pada saldo yang dicatat  dari tahun sebelumnya. Pengendalian yang penting meliputi penggunaan file induk untuk setiap aktiva tetap, pengendalian fisik yang memadai terhadap aktiva yang mudah dipindahkan penulisan nomor identifikasi ke setiap aktiva tetap, serta perhitungan fisik periodik atas aktiva tahu departemen akuntansi tentang semua pelepasan aktiva tetap juga merupakan pengendalian yang penting.

Langkah audit yang pertama berkenaan dengan tujuan detail tie-in: Peralatan manufaktur, seperti yang tercantum dalam file induk, sama dengan buku besar. Memeriksa printout file induk untuk melihat bahwa totalnya sama dengan slado buku besar. Setelah menilai risiko pengendalian untuk tujuan eksistensi, auditor memutuskan apakah perlu memverifikasi eksistensi  setiap item peralatan manufaktur yang tercantum dalam file induk. Jika terdapat kemungkinan yang besar bahwa aktiva tetap yang hilang sampel dari file induk dan memeriksa aktiva aktual.

Biasanya auditor tidak perlu menguji keakuratan atau klasifikasi aktiva tetap yang dicatat pada periode sebelumnya karena sudah diverifikasi dalam audit sebelumnya kadang mungkin memiliki peralatan manufaktur di tangan yang tidak lagi digunakan dalam operasi. Jika jumlahnya material, auditor harus mengevaluasi apakah peralatan itu harus dicatat pada nilai realisasi bersih (tujuan nilai realisasi) atau setidaknya diklasifikasikan secara terpisah sebagai “peralatan nonoperasi”.

Pertimbangan utama dalam memverifikasi pengungkapan yang terkait dengan aktiva tetap adalah kemungkinan adanya rintangan hukum. Auditor dapat menggunakan beberapa metode untuk menentukan apakah peralatan manufaktur terbebani, termasuk:

  • Membaca syarat-syarat dalam perja njian pinjaman dan kredit
    • Mengirimkan permintaan konfirmasi pinjaman kepada bank dan institusi pemberi pinjaman lainnya
    • Melakukan diskusi dengan klien atau mengirimkan surat ke penasihat hukum

Memverifikasi Beban penyusutan

Jika beban penyusutan berjumlah material, akan diperlukan lebih banyak pengujian yang terinci atas beban penyusutan ketimbang untuk akun yang telah diverifikasi melalui pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi. Tujuan audit yang berkaitan dengan saldo yang paling penting untuk beban penyusutan adalah  keakuratan. Dalam menentukan hal yang pertama, auditor harus mempertimbangkan empat aspek:

  1. Umur manfaat akuisisi periode berjalan
  2. Metode penyusutan
  3. Estimasi nilai sisa
  4. Kebijakan penyusutan aktiva dalam tahun akuisisi dan disposisi

Kebijakan klien dapat ditentukan melalui diskusi dengan personil yang berwenang dan membandingkan responsnya dengan informasi yang ada dalam file permanen auditor.  Dalam memutuskan kelayakan umur manfaat yang dibebankan ke aktiva yang baru saja diakuisisi, auditor harus memperttimbangkan umur fisik aktiva, umur yang diharapkan, dan kebijakan perusahaan yang ditetapkan menyangkut pertukaran peralatan.

Metode yang berguna untuk mengaudit penyusutan adalah pengujian prosedur analitis atas kelayakan yang dilakukan dengan mengalikan aktiva tetap yang belum disusutkan dengan tingkat penyusutan tahun tersebut. Dalam melakukan perhitungan tersebut, auditor harus membuat penyesuaian yerhadap penambahan dan pelepasan tahun berjalan, aktiva dengan umur yang berbeda, dan aktiva dengan metode penyusutan yang berbeda.

Jika pengujian kelayakan secara keseluruhan tidak dapat dicapai, biasanya diperlukan pengujian yang lebih terinsi. Auditort akan menghitung kembali beban penyusutan atas aktiva tertentu untuk menentukan apakah klien mengikuti kebijakan penyusutan yang benar dan konsisten. Agar relevan, perhitungan yang terinci harus dikaitkan dengan perhitungan total penyusutan dengan memfooting beban penyusutan pada file ninduk properti dan merekonsiliasi totalnya ke buku besar umum.

Auditor membandingkan informasi yang diperoleh melalui pengujian audit atas akun beban penyusutan dengan informasi yang diungkapkan dalam catatan kaki guna memastikan informasi yang disajikan konsisten dengan metode aktual dan asumsi yang digunakan untuk menghitung serta mencatat penyusutan. Pendebetan ke akumulasi penyusutan biasanya diuji sebagai bagian dari audit atas pelepasan aktiva, sementara kredit diverifikasi sebagai bagian dari beban penyusutan.

Memverifikasi Saldo Akhir Akumulasi Penyusutan

Dua tujuan yang biasanya ditekankan dalam audit atas saldo akhir akumulasi penyusutan adalah:

1.      Akumulasi penyusutan yang dinyatakan pada file induk properti sama dengan buku besar umum. Tujuai ini dapat dipenuhi dengan menguji footing akumulasi penyusutan dalam file induk properti dan menelusuri totalnya ke buku besar umum

2.      Akumulasi penyusutan dalam file induk sudah akurat

  1. C.             AUDIT BEBAN DIBAYAR DI MUKA

Beban dibayar di muka, beban yang ditangguhkan, dan aktiva berwujud . Hal tersebut termasuk:

  • Sewa dibayar dimuka
  • Biaya organisasi
  • Pajak dibayar di muka
  • Paten
  • Asuransi dibayar dimuka
  • Merek dagang
  • Beban yang ditangguhkan
  • Hak cipta

Tinjauan Terhadap Asuransi Dibayar Di Muka

Gambar diatas mengilustrasikan akun yang umumnya digunakan untuk asuransi dibayar di muka serta hubungan antara asuransi dibayar di muka dan siklus akuisisi dan pembayaran melalui pendebetan ke akun asuransi dibayar di muka.

·         Pengendalian Internal

Pengendalian internal untuk asuransi dibayar dimuka dan beban asuransi dapat dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu:

1.      Pengendalian terhadap akuisisi dan pencatatan asuransi,

2.      Pengendalian terhadap register asuransi,

3.      Pengendalaian terhadap penghapusan beban asuransi.

·            Pengujian Audit

Pengujian atas saldo akun beban yang umumnya diperlukan mencakup prosedur analitis dan pengujian untuk memastikan bahwa semua pembebanan beban asuransi berasal dari kredit asuransi dibayar di muka, prosedur analitis yang biasa dilakukan oleh auditor:

1.      Membandingkan total asuransi dibayar dimuka dan beban asuransi dengan tahun sebelumnya,

2.      Menghitung rasio asuransi dibayar di muka terhadap beban asuransi dan membandingkannya dengan tahun sebelumnya,

3.      Membandingkan setiap cakupan polis asuransi pada skedul asuransi yang diperoleh dari klien dengan skedul tahun sebelumnya sebagai pengujian atas eliminasi polis tertentu atau perubahan cakupan asuransi,

4.      Membandingkan saldo asuransi dibayar di muka yang dihitung selama tahun berjalan atas dasar polis per polis dengan yang ada pada tahun sebelumnya sebagai pengujian terhadap kesalahan perhitungan,

5.      Mereview cakupan asuransi yang tercantum pada skedul asuransi dibayar di muka dengan pejabat klien yang berwenang atau broker asuransi menyangkut kememadaian cakupan. Auditor tidak boleh menjadi pakar asuransi, tetapi pemahaman auditor mengenai akuntansi dan penilaian aktiva sangat diperlukan untuk memastikan bahwa perusahaan tidak diasuransikan terlalu rendah.

Prosedur audit lainnya, yang hanya harus dilakukan apabila ada alasan khusus untuk melakukannya. Pengujian tersebut menggunakan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo untuk melaksanakan pengujian atas rincian saldo aktiva, pembahasannya:

1.      Polis asuransi dalam skedul asuransi dibayar di muka memang ada dan polis yang ada telah dicantumkan (eksistensi dan kelengkapan),

2.      Klien memiliki hak atas semua polis asuransi dalam skedul asuransi dibayar di muka (hak),

3.      Jumlah dibayar di muka pada skedul sudah tepat dan totalnya sudah dijumlahkan dengan benar serta sama dengan buku besar umum (keakuratan dan detail tie-in),

4.      Beban asuransi yang berhubungan dengan asuransi dibayar di muka telah diklasifikasikan dengan benar (klasifikasi),

5.      Transaksi asuransi telah dicatat pada periode yang benar (pisah batas)

  1. D.           Audit Kewajiban Akrual

Kewajiban akrual merupakan estimasi kewajiban yang belum dibayar atas jasa dan manfaat yang telah diterima sebelum tanggal neraca. Kewajiban akrual diantaranya seperti:

1.      Gaji akrual,

2.      Pajak gaji akrual,

3.      Bonus pejabat akrual,

4.      Komisi akrual,

5.      Fee profesional akrual,

6.      Sewa akrual,

7.      Bunga akrual.

·    Gambar diatas mengilustrasikan akun-akun yang umumnya digunakan oleh perusahaan untuk mengakrualkan pajak properti. Penekanan dalam pengujian harus diberikan pada kewajiban pajak properti akhir dan pembayaran. Berikut dua hal yang terpenting adalah:

1) Properti yang ada pada skedul akrual sudah tepat untuk mengakrualkan pajak.

2) Pajak properti telah dicatat secara akurat.

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Bisa di simpulkan bahwa mengenai akun dan transaksi dalam siklus akuisisi dan pembayaran. Agar audit atas sejumlah besar akun yang berkaitan dengan siklus ini memadai, auditor harus memahami

  • akun – akun kunci,
  • kelas transaksi,
  • fungsi bisnis,
  •  dokumen serta
  •  catatan yang berhubungan dengan transaksi siklus akuisisi dan pembayaran.

Banyak dari akun – akun tersebut, seperti

*        utang usaha,

*        properti,

*         pabrik dan

*         peralatan,

*        beban penyusutan,

*         serta beban dibayar dimuka,

memiliki karakteristik unik yang mempengaruhi cara auditor memngumpulkan bukti yang mencukupi tentang saldo akun yang terkait. Dan terakhir keterkaitan diantara pengujian audit yang berbeda dalam siklus akuisisi akuisisi dan pembayaran dapat menyediakan dasar bagi verifikasi auditor atas banyak akun laporan keuangan.

 

DAFTRA PUSTAKA

 

Randol J. ELDER. 2011. Audit Dan Jasa Assurance Jilid 2 , Jakarta : ERLANGGA

 

AUDIT KEUANGAN INTERNAL DAN PEMERINTAH SERTA AUDIT OPERASI

BAB I

PENDAHULUAN

Pada makalah ini membahas jenis jenis jasa assurance yang disediakan oleh auditor eksternal. Kita akan membahas aktivitas dari auditor internal dan auditor pemerintah, yang melaksanakan sejumlah audit keuangan ang signifikan yang serupa dengan yang dilakukan oleh kantor akuntan public eksternal.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. AUDIT LAPORAN KEUANGAN

Audit internal adalah aktivitas konsultasi dan assurance yang objektif dan independen yang dirancang untuk menambah nilai dan memperbaiki operasi organisasi. Hal tersebut membantu organisasi mencapai tujuan mereka dengan melakukan pendekatan yang sistematis dan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas dari manajemen risiko, pengendalian, dan proses pengaturan.

Definisi tersebut merefleksikan berubahnya  peran dari auditor internal. Mereka diharapkan untuk menyediakan nilai bagi organisasi melalui efektivitas yang meningkat, sementara dalam waktu yang bersamaan harus melakukan tanggung jawab tradisional seperti :

  • Mengkaji ulang keandalan dan integritas informasi
  • Memastikan ketaatan dengan kebijakan dan peraturan
  • Penjagaan aktiva (asset)

Tujuan auditojrinternal jauh lebih luas dari pada tujuan editor eksternal, dengan fleksibilitas bagi auditor internal untuk memenuhi kebutuhan perusahaan mereka. Dari satu perusahaan audior internal bias jadi hanya memusatkan perhatian khusus pada perndokumentasian dan pengujian pengendalian untuk persyaratan Sarbanes oxley act section 404. Di perusahaan lainnya, auditor internal bisa jadi terutama difungsikan sebagai konsultan memusatkan perhatiannya pada rekomendasian yang memperbaiki kinerja organisasi.

Auditor internal tidak hanya bias memusatkan perhatiannya pada beberapa bidang yang berbeda, pada scope audit internal juga bisa bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Laporan audit lntenal tidak terstandarisasi karena bervariasinya kebutuhan pelaporan dari masing-masing perusahaan dan laporan tersebut tidak bergantung pada pemakaian internal.

Pedoman professional untuk auditor internal di sediakan oleh institute of internal auditors (IIA), suatu organisasi yang serupa dengan AICPA yang menetapakan standar praktik dan etika, menyediakan pendidikan, dan mendoron professionalisme untuk anggotanya di seluruh dunia. Kerangka kerja praktik professional IIA memasukkan suatu kode dan IIA internal standards for the professional practice of internal auditing.

Tanggung jawab dan pelaksanaan audit oleh auditor internal dan eksternal berbeda dalama satu hal penting. Auditor internal bertanggung jawab kepada manajement dan dewan direksi, sedangkan auditor eksternal bertanggung  jawab kepada pemakai laporan keuangan yang mengandalkan auditor untuk menambah kredibilitas laporan keuangannya. Walaupun begitu auditor internal dan eksternal memiliki banyak kesamaan :

  • Keduanya harus kopeten bagi auditor dan tetap objektif dalam melaksanakan pekerjaan dan melaporkan hasil mereka.
  • Keduanya mengikuti metodologi yang serupa dalam melaksanakan audit mereka, termasuk perencanaan dan peleksanaan pengujian pengendalian dan pengujian subtantif.
  • Keduanya mempertimbangkan risiko yang materialis dalam memusatkan beberapa luasnya pengujian mereka mengenai materialis dan risiko bisa jadi berbeda karena pemakai eksternal mungkin saja memiliki kebutuhan yang berbeda dari menajement atau dewan.

Auditor eksternal mengandalkan auditor internal ketika menggunakan model risiko audit untuk menilai risiko pengendalian. Jika auditor internal efektif, auditor eksternal dapat mengurangi secara siknifikan risiko pengendalian dan beserta itu juga mengurangi pengujian subtantif. Sebagai akibatnya, auditor eksternal mungkin mengurangi biaya mereka secara subtansial ketika klien memiliki fungsi audit internal yang di anggap baik. Auditor eksternal pada umumnya mempertimbangkan auditor internal sebagai partner yang efektif jika auditor internal jika :

  • Independen dari unit operasi dari yang sedang di evaluasi.
  • Kompeten dan terlatih dengan baik.
  • Telah melaksanakan pengujian audit relavan terhadap pengendalian internal dan laporan keuangan.
  1. AUDIT KEUANGAN PEMERINTAH

Sumber yang utama dari literatur otoritatif dalam melakukan audit pemerintah (government audits) adalah govermment auditing standards, yang dikeluarkan oleh GAO. Standar audit keuangan dari yellow book konsisten dengan 10 standar audit yang di terima secara umum dari AICPA, dan juga memuat pedoman tambahan yang ekstensif, diantaranya penambahan dan modifikasi berikut:

  • Materialis dan siknifikan. Yellow book mengakui bahwa dalam audit pemerintah batas ambang risiko audit yang dapat di terima dan materialitasnya lebih rendah dari audit perusahaan komersial, hal tersebut disebabkan lebih tingginya sensivitas aktivitas pemerintah dan akuntanbilitas public mereka.
  • Pengendalian kualitas. Kantor akuntan public dan organisasi lain yang mengaudit entitas pemerintah sesuai dengan yellow book harus memiliki suatu system pengendalian kualitas internal yang memadai dan berpartisipasi dalam program kaji ulang pengendalian kualitas eksternal. Persyaratan terakhir berlaku untuk sejumlah akuntan publik tetapi hanya sebagai suatu syarat untuk menjadi anggota AICPA, dan bukan untuk audit perusahaan publik.
  • Audit ketaatan (compliance). Auditor harus di rancang untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam mendeteksi salah saji yang material di akibatkan ketidak taatan terhadap provisi dari kontrak atau kesepakatan bantuan yang memiliki dampak material langsung terhadap laporan keuangan.
  • Pelaporan. Pelaporan audit harus menyatakan bahwa audit telah dibuat sesuai dengan standar pemerintah secara mum. Disamping itu laporan atas laporan keuangan harus mengambarkan lingkup dari ketaatan pengujian auditor terhadap hukum dan peraturan serta pengendalian internal dan menyajikan hasil dari pengujian tersebut atau mengacu pada suatu laporan terpisah yang memasukkan informasi tersebut.

Persyaratan audit single audit act seperti yang diamandementkan dan OMB circular A-133 (disini disebut secara kolektif sebagai act) berisi persyaratan dari lingkung audit, termasuk diantaranya:

  • Audit harus sesuai GAGAS.
  • Audit harus memperoleh pemahaman mengenai pengendalian internal atas program federal yang cukup untuk mendukung tingkat risiko yang terukur untuk program utama.
  • Auditor harus menentukan apakah klien telah mentaati hukum, peraturan dan provisi dari kontrak atau kesepakatan hadiah yang mungkin berdampak langsung dan material terhadap masing-masing program utama tersebut.

Persyaratan pelaporan, pelaporan berikut di persyaratkan oleh OMB circular A-133:

  • Opini mengenai apakah laporan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntasi yang dterima secara umum.
  • Opini mengenai apakah skedul penghargaan federal disajikan secara wajar dalam semua hal berkaitan dengan laporan keuangan secara keseluruhan.
  • Laporan atas pengendalian internal yang berhubungan dengan laporan keuangan dan program utama.
  • Laporan atas ketaatan dengan hukum, peraturan, dan provisi dari kontrak atau kesepakatan, bantuan, dimana ketidak taatan bisa memiliki dampak yang material terhadap laporan keuangan. Laporan tersebut dapat dikombinasikan dengan laporan mengenai pengendalian internal.
  • Skedul temuan dan biaya yang dipertanyakan.
  1. AUDIT OPERASI

Diluar aktifitas audit keuangannya, auditor internal, auditor pemerintah, dan akuntan publik juga melakukan aktivitas audit operasi (operational auditing), yang menjadi efesiensi dan efektivitas dari suatu organisasi. Auditor lain menggunakan istilah audit manajement (management auditing) atau audit kinerja (performance auditing) alih alih audit operasi untuk merujuk aktivitas tersebut, sementara banyak juga auditor yang tidak membedakan antara istilah audit kinerja, audit manajement dan audit operasional dan mengunakannya silih berganti.

Tiga perbedaan terbesar antara audit operasi dan audit keuangan adalah tujuan dari audit, distribusi laporan, dan dimasukkannya bidang non keuangan dalam audit operasi.

Tujuan audit ini merupakan perbedaan yang paling penting. Audit keuangan menekankan apakah informasi historis dicatat dengan benar, sedangkan audit koperasi menekankan efektivitas dan efisiensi. Audit keuangan berorientasi pada masa lalu, sementara audit operasi berfokus pada perbaikan kinerja pada masa mendatang.

Distribusi laporan, laporan audit keuangan pada umumnya di distribusikan kepada pemakai laporan keuangan eksternal, seperti pemegang saham dan banker sementara laporan audit operasi ditujukan terutama untuk manajement. Distribusi yang luas dari laporan audit keuangan memerlukan struktur yang terdefinisi dengan baik dan penggunaan kata-kata yang baik.

Dimasukkannya bidang non keuangan audit keuangan terbatas pada persoalan yang secara langsung mempengaruhi kewajaran dari penyajian laporan keuangan, sedangkan audit operasi meliputi setiap aspek dari efisiensi dan efektivitas dalam suatu organisasi.

Efektivitas dalam audit operasi untuk efektivitas, seorang auditor misalnya perlu menilai apakah agen pemerintah telah memenuhi tujuan yang dibebankan untuk mencapai elefator yang aman dalam suatu kota untuk menentukan efektivitas agen auditor harus menetapkan criteria spesifik untuk keamanan elefator.

Efisiensi seperti efektivitas, harus ada kriteria yang terdefinisi untuk apa yang dimaksud dengan melakukan sesuatu secara lebih efisien sebelum audit operasi dapat memiliki arti. Sering kali lebih mudah untuk menetapkan kriteria efisiensi dari pada kriteria efektivitas jika efisiensi di definisikan sebagai mengurangi biaya tanpa mngurangi efektivitas.

Jenis ketidak efisienan Contoh
-          Tingginya biaya akuisisi barang dan jasa -          Penarikan untuk pembelian bahan baku tidak dituntut
-          Tidak trsedianya bahanbaku untuk produksi ketika diperlukan

-          Seluruh jalur perakitan terpakasa dihentikan karena bahan baku yang diperlukan belum dipesan-          Terjadinya penggandaan usaha oleh karyawan-          Catatan produksi yang identik disimpan baik oleh departemen akuntansi maupun departemen produksi katena mereka tidak menyadari aktivitas departemen satu sama lain-          Dilakukannya pekerjaan yang tidak relavan-          Salinan faktur vendor dan laporan penerimaan dikirim ke produksi dimana  mereka diarsip tanpa pernah digunakan-          Terlalu banyak jumlah karyawan-          Pekerjaan kantor dapat dilakukan secara efektif dengan lebih sedikit asisten administrasi

Manajemen menetapkan pengendalian internal untuk membantu dirinya memenuhi tujuannya. Tiga pemikiran tersebut untuk membantupemikiran yang baik :

  1. Keandalan laopran keuangan
  2. Efisiensi dan efektivitas operasi
  3. Ketaatan dengan hukum dan peraturan yang ada

Tujuan dari audit pengendalian operasi adalah mengevaliasi efisiensi dan efektivitas dan membuat rekomendasi untuk manajemen. Sebaliknya, evaluasi pengendalian internal untuk audit keuangan memiliki dua tujuan utama : menentukan luas dari audit pengujian substantive yang diperlukan dan melaporkan efektivitas pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan untuk perusahaan public

Lingkup audit operasi berkenaan dengan setiap pengendalian yang mempengaruhi efisiensi atau efektivitas, sedangkan lingkup dari evaluasi pengendalian internal atas pelaporan keuangan terbatas pada efektivitas pengendalian internal atas laporan keuangan dan dampaknya terhadap penyajian yang wajar dari laporan keuangan.

Audit fungsional adalah cara untuk mengkategorisasikan aktivitas dari suatu bisnis, seperti fungsi penagihan atau fungsi produksi. Fungsi bisa dikategorikan dan dibagi bagi kembali dengan banyak cara yang berbeda. Audit fungsional berkaitan dengan satu atau lebih fungsi dalam organisasi, misalnya efisiensi dan efektivitas dari fungsi penggajian untuk suatu divisi atau untuk perusahaan secara keseluruhan.

Audit organisasi adalah suatu audit operasi dari suatu organisasi berkenaan dengan unit organisasi keseluruhan, seperti suatu departemen, suatu cabang, atau anak perusahaan.suatu audit organisasi menekankan pada seberapa efisien dan efektif fungsi fungsi organisasi berinteraksi. Rencana organisasi dan metode untuk mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas merupakan hal yang penting bagi audit semacam ini.

Penugasan khusus dalam audit operasi, penugasan khusus muncul atas permintaan manajemen untuk berbagai jenis audit, seperti menentukan penyebab dari system teknologi informasi yang tidak efektif, menyelidiki kemungkinan dilakukannya kecurangan dalam  dustu divisi, dan membuat rekomendasi untuk mengurangi biaya dari produk yang dimanufaktur.

Auditor internal berada dalam posisi yang demikian untik untuk melaksanakan audit operasi hingga ada sebagian orang yang menggunakan istilah audit internal dan audit operasi secara bergantian akan tetapi, tidaklah tepat untuk menyimpulkan bahwa semua audit operasi dilakukan oleh auditor internal atau bahwa auditor internal hanya melakukan audit operasi. Banyak departemen audit internal melakukan baik audit operasi maupun audit keuangan, seringkali secara simultan.

Auditor pemerintah mendefinisikan dan menerapkan standar untuk audit kenerja, yang pada intinya sama dengan audit operasi. Audit kinerja memasukkan hal-hal berikut:

  • Audit ekonimi dan efisiensi. Tujuan dari audit ekonomi dan efisiensi adalah untuk menentukan :
  1. Apakah entitas mengakuisisi, melindungi, dan menggunakan sumber dayanya secara ekonomis dan efisien
  2. Penyeab daripraktik praktik yang tidak efisien atau tidak ekonomis
  3. Apakah entitas telah mentaati hukum dan peraturan berkenaan dengan persoalan ekonomi dan efisiensi
  • Audit program. Tujuan ari audit program adalah untuk menentukan :
  1. Sejauh mana hasil yang diinginkan atau manfaat yang didapat dari aturan atau badan orotirasi lain yang telah dicapai
  2. Efektivitas dari organisasi, program, aktivitas, dan fungsi
  3. Apakah entitas telah mentaati hukum dan peraturan yang dapat diterapkan dalam program

Kantor akuntan public ketika kantor akuntan public melakukan auditor terhadap laporan keuangan bagian dari pekerjaan audit ini seringkali terdiri pengidentifikasian masalah operasi dan pembuatan perekomendasian yang bisa menguntukngkan klien audit.

Kriteria spesifik. Berikut adalah sejumlah kriteria spesifik, yang dituliskan dalam bentuk pertanyaan, yang mungkin digunakan untuk mengevaluasi layout pabrik:

  1. Apakah semua layout pabrik disetujui oleh kantor teknik pusat pada saat rancangan awal ?
  2. Apakah kantor teknik pusat melakukan studi evaluasi ulang terhadap layout pabrik selama 5 tahun terkhir ?
  3. Apakah semua peralatan beroperasi pada kapasitas 60% atau lebih untuk setidaknya tiga bulan dalam setahun ?
  4. Apakah layout dapat memudahkan pergerakan dari bahan baku baru  kelantai produksi ?
  5. Apakah layout memudahkan produksi barang jadi ?
  6. Apakah layout memudahkan pergerakan barang jadi kepusat distribusi ?
  7. Apakah layout pabrik menggunakan peralatan yang ada secara efektif ?
  8. Apakah keselamatan karyawan dibahayakan oleh layout pabrik ?

Suber kriteria. Untuk mrnggambarkan kriteria evaluasi spesifik, auditor operasi dapat menggunakan beberpa sumber diantaranya :

  • Kinerja historis
  • Bunchmarking’standar teknik
  • diskusi dan kesepakatan

tiga tahap audit operasi adalah:

  1. perencanaan
  2. akumulasi dan evaluasi bukti
  3. pelaporan dan tindak lanjut

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Makalah ini mebahas aktivitas audit keuangan dari auditor internal dan dampak dari auditor internal terhadap auditor eksternal. Kami juga membahas auditor pemerintah serta persyaratan audit dan pelaporan menurut standar audit pemerintah. Auditor internal dan auditor pemerintah serta kantor akuntan public juga diminta untuk melaksanakan audit operasi untuk efisiensi dan efektivitas dari suatu unit perusahaan atau pemerintah. Dalam penugasan terebut, kriteria yang tepat untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas merupakan hal yang penting

DAFTAR  PUSTAKA

Randol J. ELDER. 2011. Audit Dan Jasa Assurance Jilid 2 , Jakarta : ERLANGGA

JASA ASSURANCE DAN NON ASSURANCE LAINNYA

BAB I

PENDAHULUAN

Pembahasan pada makalah ini berfokus pada audit laporan keuangan historis yang disusun sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang diterima umum.  Sekarang jenis jasa assurance lainnya yang ditawarkan oleh akuntan public yang melibatkan laporan keuangan historis juga akan dibahas, seperti mereview laporan keuangan historis dan penugasan assurance terbatas yang melibatkan laporan keuangan historis untuk memenuhi kebutuhan khusus pemakai laporan keuangan. Pada pembahasan kali ini juga membahas jasa assurance bagi beberapa jenis penugasan atestasi yang tidak melibatkan laporan keuangan historis, seperti penugasan web trust dan sys trust, serta laporan atas peramalan keuangan.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. JASA  REVIEW DAN KOMPILASI

Penugasan jasa review (SSARS review) memungkinkan akuntan untuk  mengekspresikan keyakinan yang terbatas bahwa laporan keuangan telah sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang diterima secara umum, termasuk pengungkapan informative yang layak, atau dasar akuntansi lainnya yang kompherensif ( other compherensive bases of accounting = OCBOA) seperti dasar akuntansi kas. Akuntan public harus independen dari klien dalam penugasan jasa review.

Prosedur yang disarankan untuk review. Bukti untuk penugasan review terutama terdiri dari pengajuan pertanyaan kepada manajemen dan prosedur analitis, yang pada intinya memerlukan lebih sedikit prosedur ketimbang untuk suatu audit. Untuk review, akuntan tidak memperoleh pemahaman mengenai  pengendalian internal, pengujian pengendalian, atau melakukan pengujian substantive atas transaksi saldo, seperti konfirmasi piutang atau pemeriksaan fisik persediaan.

SSARS merekomendasikan prosedur berikutuntuk suatu penugasan review :

  • Memperoleh pengetahuan mengenai prinsip prinsip akuntan dan praktik dari industry klien. Akuntan dapat mempelajari pedoman industry AICPA atau sumber lain untuk meperoleh pengetahuan mengenai industry. Tingkat pengetahuan untuk mereview mungkin lebih sedikit ketimbang untuk suatu audit
  • Memperoleh informasi mengenai klien. Informasi harus menyangkut sifat transaksi bisnis klien, catatan akuntansi dan karyawan, serta isi laporan keuangan. Tingkat pengetahuan untuk mereview mungkin lebih sedikit ketimbang untuk suatu audit
  • Mengajukan pertanyaan kepada manajemen. Pengajuan pertanyaan merupakan prosedur review yang paling penting. Tujuannnya adalah untuk menentukan apakah laporan keuangan disajikan secara wajar dengan mengasumsikan bahwa manajemen tidak bermaksud untuk menipu akuntan. Pengajuan pertanyaan harus dilakukan pada personil klien yang sesuai dan pada umumnyamelibatkan diskusi, seperti pertanyaan :
  1. Gambarkan prosedur anda untuk pencatatan, pengklasifikasian, dan peringkasan transaksi serta pengungkapan informasi dalam laporan
  2. Apa tindakan yang paling penting yang dapat diambil dalam pertemuan pemegang saham dan dewan direksi pada tahunini ?
  3. Apakah setiap akun dalam laporan keuangan disiapkan sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang diterima secara umum danditerapkan secara konsisten ?
  • Melakukan prosedur analitis. Prosedur ini akan mengidentifikasikan item item individual yang tampak tidak biasa
  • Memperoleh surat representasi. Akuntan diharuskan untuk memperoleh surat representasi dari manajemen yang memiliki pengetahuan mengenai persoalan keuangan

Betuk laporan. Menyediakan contoh dari laporan review ketika akuntan telah menyelesaikan penugasan revie dan memutuskan bahwa tidak terdapat perubahan yang material yang diperlukan terhadap laporan keuangan.

  1. Paragraf  pertama serupa dengan laporan audit kecuali terhadap referensinya terhadap jasa review dan bukan audit
  2. Paragraf kedua menyatakan bahwa suatu review terutama terdiri dari pengajuan pertanyaan dan prosedur analitis pada intinya memiliki lingkup yang lebih sedikit dari suatu audit dan tidak ada opini yang diekspresikan
  3. Paragraph ketiga mengekspresikan assurance terbatas dalam bentuk asseracenegatif bahwa pengetahuan kami tidak ada bentuk modifikasi material yang harus dilakukan terhadap laporan keuangan.
  1. PENUGASAN ATESTASI

Ddalam suatu penugasan atestasi, akuntan public melaporkan keandalan dari informasi atau asersi yang dibuat dari pihak lain. Semua bentuk atestasi lain dibahas dalam standar atestasi ( pengecualian adalah untuk kaji ulang laporan keuangan historis disuatu entitas public, yang dibahas dalam SSARS. Standar atestasi dibuat oleh auditing standart board mengikuti  proses yang sama yang digunakan untuk standar auditing ( standar atestasi diberi label AT alih alih AU )

Auditing standar board memutuskan untuk tidak berusaha mendefinisikan potensi batas dari penugasan atestasi kecuali dalam isitilah konseptual karena jasa yang mungkin akan muncul. AICPA dan Canadian Institude of Chartered Accauntans (CICA) bersama sama mengembangkan jasa assurance yan berhubungan dengan e-commerce dan teknologi informasi. Kelompok jasa tersebut, dikenal sebagai WebTruist dan sysTrust, dilaksanakan menurut standar atestasi. Sebagai tambahan AICPA telah menggabarkan standar atestasi spesifik dibidang bidang berikut :

  • Laporan keuangan prospektif
  • Informasi keuangan pro forma
  • Laporan pengendalian internal terhadap laporan keuangan perusahaan swasta
  • Ketaatan terhadap hukum dan aturan
  • Penugasan prosedur yang disetujui
  • Diskusi dan analisis manajemen

Standar diperlukan untuk semua semu jenis penugasan tersebut karena akuntan public telah melaksanakan jasa jasa tersebut dengan jumlah yang cukup besar hingga memerlukan pedoman yang lebih spesifik daripada yang disediakan oleh standar atestasi umum. Akan tetapi, ketidak hadiran standar spesifik untuk tiap jenis jasa tidak mengiplikasikan bahwa jasa jasa tersebut tidak layak disajikan.

Standar atestasi mendefinisikan tiga tingkat penugasan dan bentuk kesimpulan yang berhubungan :

  1. Pemeriksaan
  2. Review
  3. Prosedur yang disetujui
  1. JASA SYSTRUST

Ketika semakin banyak organisasi menjadi bergantung pada teknologi unformasi, keamanan,ketersediaan, dan ketetapan dari system computer yang merupakan hal sangat penting. System yang tidak dapat diandalkan dapat memicu rangkaian bisnis yang negative mempengaruhi perusahaan, konsumen, pemasok, dan mitra bisnis lainnya. Jasa stytrust menyediakan keyakian kepada manajemen, dewan direksi, atau pihak ketiga mengenai keandalan dari system informasi yang digunakan untuk menghasilkan informasi real-time.

Dalam penugasan systrust, akuntan public yang memiliki lisensi systrust mengevaluasi system computer perusahaan dengan menggunakan prisnsip dan criteria systrust dan menentukan apakah pengendalian terhadap system tersebut berjalan. Akutan public kemudian melakukan pengujian untuk menentukan apakah pengendalian tersebut beroperasi secara efektif semala suatu periode tertentu. Jika system memenuhi persyaratan dari prinsip dan criteria systrust, laporan atestasi IACPA. Laporan tersebut mungkin berkenaan dengan salah satu prinsip trust services atau kombinasi dari beberpa prinsip systrust.

  1. LAPORAN KEUANGAN PROSPEKTIF

Laporan keuangan prospektif mengacu pada prediksi atau ekspektasi laporan keuangan selama beberapa periode dimasa depan ( laporan laba rugi ) atau pada suatu tanggal dimasa depan ( neraca ) sebagian besar akuntan public meyakini bahwa ada kesempatan yang besar dan risiko yang potensial bagi auditor untuk menyediakan kreabilitas atas informasi keuangan prospektif. Sangatlah dapat diterima bahwa pemakai menginginkan informasi prospektif yag handal untuk membantu pengambilan keputusannya. Jika auditor dapat meningkatkan kreabilitas informasi, risiko informasi dapat dikurangi dengan cara yang sama seperti dalam laporan keuangan prospektif. Regulator, pemakai, dan pihak lain mungkin mengkritik dan bahkan menuntut auditor, meskipun laporan prospektif dinyatakansecara wajar, berdasarkan informasi yang tersedia ketika laporan tersebut disiapkan.

Standar atestasi AICPA mendefinisikan dua jenis umum laporan keuangan prospektif :

  1. Peramalan adalah laporan keuanga prospektif yang menyajikan posisikeuangan entitas yang diharapkan, hasiloperasi, dan arus kas, pada pengetahuan dan keyakinan terbaik dari pihak yang bertanggung jawab. Bank biasanya mensyaraatkan informasi ini sebagai bagian dari permohonan pinjaman.
  2. Proyeksi adalah laporan keuangan prospektif yang menyajikan posisi keuangan entitas, hasil operasi, dan arus kas, pada pengetahuan dan keyakinan terbaik pihak yang bertanggung jawab, berdasarkan satu atau lebih asumsi hipotesis.
  1. PENUGASAN PROSEDUR YANG DISEPAKATI

Ketika auditor dan manajemen atau pihak ketiga menyetujui bahwa audit akan terbatas pada prosedur audit tertentu, audit dianggap sebagai penugasan proseduryang disepakati. Banyak akuntan public menyebut hal tersebut sebagai penugasan prosedur dan temuankarena manghasilakan laporan yang berfokus kepada pelaksaan prosedur audit spesifik dan temuan yang dihasilkan telah prosedurpenyelesaian.

Penugasan prosdur yang disepakati menarik bagi akuntan public karena manajemen, atau pemakai pihak ketiga, merinci prosedur yang ingin mereka lakukan. Bayangkan kesulitan yang akan mereka hadapi oleh akuntan public jika ia diminta untuk menerbitkan opini terhadap agen federal mengenai ketaatan perusahaan dalam mentaati hukum tindakan alternative federal selama periode 2 dibawah srandar akuntansi ketaatan. Sekarang asumsikanbahwa agen federal bersedia untuk merinci 10 prosedur audit yang akan dilakukan kantor akuntan public untuk memuaskan agen tersebut. Tentu saja, penugasan ini akan jauh lebih mudah untuk dikelola. Dengnan mengasumsikan bahwa kantor asumsikan bahwa kantor akuntan public dan agen federal dapat menyepakati prosedur, banyak kantor akuntan public sanggup menjalankannya dan menerbitkan laporan mengenai temuan yang dihasilkan.

SAS 75 dan SSAE 10  adalah standar professional utama yang membahas penugasan yang disepakati. Keduanya disebut standar cermin, karena keserupaan mereka, akan tetapi SAS membahas item laporan keuangan, sementara SSAE membahas persoalan non laporan keuangan.

Dalam penugasan prosedur yang disepakati berdasarkan standar atestasi, seorang akuntan public mungkin menghitung tingkat pengembalian internal, resiko beta dalam mengukur tingkat perubahan, dan informasi relevan lain berkaitan dengan kepentngan investor utuk dana bersama, untuk penugasan SAS 75, akuntan publik mungkin melakukan prosedur yang disepakati untuk akun penjualan kotor dalam kesepakatan sewa, sebagai contoh, toko ritel sering kali melakkan kontrak untuk penugasan  semacam itu ketika toko menyewa dari pemilik  bangunan atas dasar persentase laba kotor.  Gambar 25-10 mengilustrasikan laporan semacam itu untuk suatu penugasan, termasuktiga prosedur yang disepakati dan dua temuan yang dihasilkan dari prosedur tersebut.

  1.  AUDIT ATAU PENUGASAN ASSURANCE TERBATAS LAIN

Sekarang setelah kita membahas jasa kompilasi dan kaji ulang untuk perusahaan non public, dan juga kaji ulang dari informasi keuangan interim untuk perusahaan public, kita akan memeriksa jenis lain dari audit dan jasa atestasi yang bada dalam standar auditing tetapi bukan merupakan audit dari laporan keuangan historis yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntasi yang diterima secara umum. Beberapa dari jasa tersebut meliputi . audit laporan keuangan yang disiapkan atas dasar akuntasi komprehensif lain (other comprehensive basis of accounting (OCBOA), audit dari elemen, akun, atau item tertentu; dan surat ketaatan utang.

Auditor sering kali mengaudit laporan yang disusun atas dasar selain dari prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum, SAS 62 (AU 623) menyatakan bahwa standar auditing yang dapat diterma dapat diterpakan pada penugasan audit tersebut,akan tetapipersyaratan pelaporan berbeda dari yang digambarkan di dalam Bab 3. Dasar-dasar selain dari prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum yang mengatur penerbitan laporan antara lain:

  • Dasar kas atau dasar kas yang dimodifikasi. Dengan akuntansi dasar kas, hanya penerimaan kas dan pengeluaran dicatat. Berdasarkan akuntans dasar kas yang dimodifikasi, dasar kas ditelusuri kecuali untuk item-item tertentu, seperti aktiva tetap dan penyusutan. Dokter dn pengacara sering kali memilih metode seperti ini.
  • Dasar yang digunakan untuk mentaati persyaratan dari agen peraturan. Contoh yang umum mencakup system akun yang seragam yang diperlukan oleh perusahaan kereta api, utilitas, dan asuransi.
  • Dasar pajak pendapatan. Aturan pengukuran yang digunakan untuk pengajuan pengambalian pajak sering kali digunakan juga untuk penyusunan laporankeuangan, walaupun hal ersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum. Banyak isnis kecil menggunakan metode ini.
  • Serangkaian criteria pasti yang memiliki dukungan substansial. Contohnya adalah dasar akuntansi tingkat harga. Metode akuntansi harus diterapkan untuk semua item yang material dalam laporan keuangan.

Auditor biasanya melakukan audit tersebut dengan cara yang sama seperti ketika klien mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum. Secara alami, auditor harus sepenuhnya memahami dasar akuntansi yang disetujjui oleh klien. Sebgai cono, dalam mengaudit perusahaan perkeretaapian, persyaratan auntansi yang kompleks mengharuskan auditor ntuk memiliki pengetahuan akuntansi terspesialisasi untuk melaksanakan audit.

Ketika klien mengikuti dasar komprehensif lain selain dari prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum, auditor harus memastikan laporan mengindikasika dengan jelas bahwa penyusunannya menggunakan dasar selain dari prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum. Jika laporan mengimplikasikan bahwa prinsip-prinsip akuntansiyang diterima secara umum diikuti, persyaratan laporan yang dicakup dibab 3 dapat diterapkan. Sebagai akibatnya, persyaratanseperti neraca dan laporan operasi harus dihindari oleh klien. Sebaliknya, judul seperti “laporan aktiva dan kewajiban yang muncul dari transaksi kas” sesuai untuk laporan dengan dasar kas. Gamar 25-11 merupakan contoh dari laporan yang disiapkan atas kemitraan yang mengikuti akuntansi dasar pajak pendapatan.

Auditor sering kali diminta untuk mengaudit dan menerbitkan laporan atas aspektertentu dari laporan keuangan contoh yang umum adalah laporan atas audit penjualan dari seuah toko ritel di pusat perbelanjaan untuk digunakan sebagai dasar  dari pembayaran sewa. Contoh lainnya termasuk laporan mengenai royalti, partisipasi laba, dan provisi untuk pajak pendapatan. Otoritas untuk mengaudit elemen, akun, atau item khusus adalah SAS 62 (AU 632) SPECIAL REPORTS.

Kantor akuntan pada umumnya melakukan audit untuk elemen, akun, atau intem khusus. Jenis audit ini lebih menyerupai audit biasa atas laporan keuangan kecuali jika hal tersebut diterapkan untuk selain laporan keuangan penuh. Terdapat dua perbedaan utama antara audit elemen, akun, atau item khususdengan audit laporan keuangan yang lengkap:

  1. Materialitas didefinisikan dalam istilah elemen, akun, atu item yang sedang diaudit dan bukan untuk laporan keseluruhan. Dampaknya adalah memerlukan lebih banyak bukti daripada jika item tersebut diverifikasi hanya untuk satu dari banyakbagian laporan. Sebgai contoh, jika akun penjualan dilaporkan secara terpisah, salah saji ang lebih kecil akan dianggap material daripada ketika penjualan merupakan satu dari banyak akun dalam suatu audit laporan keuangan lengkap.
  2. Standar pertama dari pelaporan dibawa standar auditing yang diterma secara umum tidak dapat diterapkan karena penyajian dari elemen, akun, atau item bukan merupakan suatu laporan keuangan yang disiapkan sesuai dengan prinsip-prinsi akuntansi yang diterima umum.

Auditor harus memperluas usaha audit mereka untuk memasukkan elemen, akun, atau item lain yang saling berhubungan dengan yang sedang diaudit. Sebagai contoh, dalam mengekspresikan suatu opini atas penjualan, auditor juga harus mempertimbangkan dampak dari piutang usaha terhadap penjualan.

Klien kadang-kadang terlibat dalam kesepakatan pinjaman yang mengharuskan mereka untuk menyediakan peminjam dengan laporan dari akuntan public mengenai keberadaan atau ketidakberadaan dari sejumlah kondisi. Sebagai contoh, bank mungkin mengharuskan perusahaan untuk menjaga sejumlah dolar tertentu dari modal kerja pada suatu tanggal ertentu dan untuk memperoleh laporan audit yang menyatakan apakah perusahaan mentaati persyaratan modal kerja yang dinyatakan.

Auditor mungkin menerbitkan laporan mengenai ketaatan utang dan penugasan yang serupa sebgai laporan terpisah atau, dengan menambahkan sebuah paragraph setelah paragraph opini, sebagai bagian dari laporan yang mengekspresikan opini mereka atas laporan keuangan. Dalam kedua kasus tersebut, auditor harus mengamati persoalan berikut dalam penugasan semacam itu:

  • Auditor harus memiliki kualitfikasi untuk mengevaluasi apakah klien telah memenuhi provisi dalam penugasan. Dalam audit kesepakatan ketaatan utang, auditor biasanya memiliki kualifikasi untuk mengevaluasi apakah embayaran dpokok dan bunga dibuat ketika jatuh tempo, apakah batasan yang sesuai diberikan untuk dividen, dan rasio utang, dan apakah catatan akuntansi memadai untuk melaksanakan audit yang biasa. Akan tetapi, auditor tidak memiliki kualifikasi untuk menentukan apakah klien telah membatasi aktivitas bisnisnya dangan benar sesuai dengan persyaratan dari suatu kesepakatan atau apakah jika perusahaan memiliki hak atas properti yang menjaminkan. Hal tersebut merupakan pertanyaan hukum dan code of professional conduct melarang auditor untuk berpraktik sebagai pengacara dalam situasi semacam itu.
  • Auditor sebaiknya menyediakan surat ketaatan utang hanya untuk seorang klien untuk siapa auditor melakukan audit untuk laporan keuangan keseluruhan surat ketaatan utang mengenai persoalan seperti keberadaan rasio lancer sebesar 2,5 atau lebih baik akan sulit untuk dicapai tanpa melaksanakan audit laporan keuangan yang lengkap. Opini auditor merupakan suatu assurance negatif, menyatakan bahwa tidak ada yang menarik perhatian auditor yang akan mengarahkan auditor untuk merasa yakin terhadap ketidak taatan.

Gambar 25-12 menyediakan contoh dari laporan terpisah atas ketaatan utang. Perhatikan bahwa paragraph terakhir membatasi pendistribusian dari laporan hanya ke pihak yang secara langsung terpengaruh.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

pembahasan ini mengambarakan banyak dari jasa lan yang ditawarkan oleh akuntan public. Jenis jasa yang ditawarkan terus tumbuh dan berkembang sesuai permintaan assurance masyarakat atau jenis informasi yang baru dan berbeda.

Bergantung pada sifat dari jasa, pedoman dalam menlaksanakan jasa mungkin dating dari standar auditing, standar jasa asusransi dan kaji ulang, atau standar atestasi.

DAFTAR PUSTAKAN

Randol J. ELDER. 2011. Audit Dan Jasa Assurance Jilid 2 , Jakarta : ERLANGGA

persahabatan dan cinta

aku tidak tau harus memulai cerita ini dari mana. kisahku ini dimulai sekitar tahun lalu tepatnya tgl 5 april 2012. saat itu sahabatku cici ulantahun. kami yang memang sudah kenal sejak sekamar dipesntren kilat dan sekampus sampai pada akhirnya dia pindah kampus dan kami tidak ada komunikasi kembali. tapi tiba tiba kami berkomuniksi kembali ketika merayakan ulantahun ke 20 cici. cici yang saat itu mengajak aku untuk karokean dan aku harus mengajak seorang cowok untuk teman ngobrol teman cowo cici yang bernama mamank. aku bingung entah harus mengajak siapa, semua cowo yang aku kenal tidak bisa ikut bahkan pacarku sendiri tidak bisa meninggalkan tugasnya.

tidak ada jalan lain pikirku, aku harus mengajak kak ivhal kataku dalam hati, sambil mengambil handphone aku mengetik pesan yang isinya “kak ivhal karokean yuks, tenang aja gratis kok,  sekalian ajakin kak risman” kemudian akumengirim pesan itu ke phone book yang bernama “kak ivhal” tidak lama kemudian balasan dari kak ivhal muncul dan dan bertanya dimana. kemudian kami menyetujui suatu tempat untuk kami karokean.

disitulah awal kisah kami. aku, cici, kak risman, kak ivhal, dan ade mamank. kami jadi sering kumpul dan nongkrong, hunting ke segala penjuru yang ada dimakassar. sampai pada akhirnya aku dan risman jadian tgl 14 juni 2012. saat itu dia meminta aku untuk jadi pacarnya lewat twetter, konol sekali rasanya. padahal saat itu aku sedang tidur disampingnya. hmmm saat itu kami sedang perpisahan. cici yang pacaran dengan ade mamank sedang merayakan perpisahan dan nginap di kotskotsan kak risman. saat itu ade mamank akan liburan kliah ke jayapura makanya kami nginap di kotsannya kak risman. entahlah sebenarnya aku sendiri tidak mengerti kenapa risman tiba tiba meminta aku jadi pacarnya. yang jelasnya aku tau kalau aku sangat sayang dengannya. begitupun dengan kak ivhal, ku sayang dengan mereka berdua. yah sayangku itu sayang seperti seorang adik sayang dengan kakaknya.

aku tidak tau perasaanku,  yang aku tau aku bahagia malamitu. sampai pada akhirnya hubungan kami berdua semakin jauh tapi kami terus menerus menutupi dari mereka bertiga tentang hubungan kami. semakin hari aku semakin sayang dengannya, bukan, bukan sekedar sayang. tapi aku benar benar cinta dengannya. tidak pernah aku merasakan perasaan sedalam ini sebelumny terhadap lelaki yah aku sadar aku begitu cinta sampai pada akhirnya kami putus karna ke egoisanku. risman putuskan aku, saat itu aku tidak tau diri, aku lepas kontrol, rasanya sakit ketika aku benar benar cinta tapi aku tidak bisa mempertahankannya.

kemudian kami berhasil kembli lagi, cintaku padanya tidak bisa aku ungkapkan dengan kata kata. sering dia bilang cinta padaku tapi aku tidak ernah bilang cinta padanya. karna aku mencintainya langsung dari hatiku, tanpa kata kata.

tanggal 17 oktober rencana kepulangannya kenunukan, yah aku tau dia akan meninggalkan aku. setelah selesai wisuda dia akan kembali ke tempatasalnya di kalimantan. 10 hari sebelum keberangkatannya aku berusaha menciptakan berbagai kenangan bersamanya, berharap jika sewaktu waktu aku kangen padanya aku akan mengingat semua kenangan yang kami buat bersama. aku menghabiskan sisa waktu kuliahku bersamanya. aku berusaha membahagiakannya, membuatnya tersenyum, tertawa, aku memperhatikan semua geraknya, tingkahnya. ketika dia tertidur dipahaku aku menatap wajahnya, ketika kami erpandangan aku menatap dalam matanya dan berkata dalam hati betapa dalam cintaku untuk mu, aku rela kamu pergidan aku akan menunggumu sampai kamu kembali untukku. kami berdua punya permainan SOS aku selalu berusaha curang main dengannya, aku selalu membuatnya jengkel terhadapku setiap kami bermain itu sengaja aku lakukan untuk membuat kenangan kami.

sehari sebelum keberangkatannya entah apa yang membuat kami cekcok, dan aku langsung pulang. di perjalanan aku menerima pesan darinya ” nur aku minta maaf karna sampai detik terakhirpun aku tidak bisa membuatmu bahagia” aku yang sedang mengendarai motor saat itu membaca pesan darinya meneteskan air mata, rasanya sakit ketika aku harus menghadapi kenyataan berpisah jarak yang sangat jauh dengan orang yang aku cintai. aku kemudian menghapus air mataku.

keesokan harinya sepulang kuliah aku langsung ke kotsannya membantunya packing dan ersih besih, aku berusaha tegar tidakmeneteskan airmata padahal dalam hati aku hancur. kemudian malamnya kami perpishan, sayangnya saat itu cici tidak ada. kami karokean sampi jam 2 dini hari dan dia megantar aku pulang. sampai dirumah aku melihat status twiteernya dan meneteskan air mata, saat itu airmataku tumpah, rasanya sakit sekali, aku teriisak kencang sampai akhirnya aku tertidur dengan linangan air mata.

keesokan harinya aku menerima pesannya ” jam berapa kamu kesini ? aku nitip dibelikan nasi bungkus dong untuk sarapan aku sebelum aku berangkat”

aku yang saat itu sedang tidak ada uang sama sekali bingung. aku kemudian berteriak ” bagaimana bisa aku beli nasi bungkus sementara uang yang aku punya saat ini hanya duaribu rupiah ?” kemudian aku meneteskan air mata.

aku mengumpat diriku sendiri, pacar macam apa aku ini ? dihari terakhir kami aku bahkan tidak bisa memberikannya apapun. aku kemudian kehanisan akal. kemudian aku membongkar semua tas yang ada dilemari dan mengumpulkan recehan limaratus rupiah satupersatu. sampai pada akhirnya terkumpul delapan riburupiah. dalam hati aku berteriak, ini delapanribu mana cukup ? aku kemudian membongkar semua tempat tempat yang sering akugunakan untuk menyimpan koin dan berhasil terkumpul sepuluhribu rupiah.

aku berangkat menuju kotsannya dan singgah untuk membelikannya nasi bungkus dengan uang recehan tadi. ada rasa malu dalam diri ketika aku mengambil nasi bungkus dari tangan penjual dan memberikannya uang sebanyak sembilanribu dengan uang recehan. penjual nasibungkus itu menatap aku sesaat, tapi dengan cepat aku menepis tatapan si penjual nasi bungkus dan buru buru aku pergi dengan mengendarai motorku. diperjlanan aku berkata ” tenang saja, toh kamu juga tidak akan beli nasi bungkus disitu lagi biarlah”

sampai dikotsannya aku mendapati kamar yang tadinya penuh barang barang mendadak kosong, dalam hati aku sedih tapi buru buru aku memberikan makan itu padanya dan melihatnya makan sampai nasi bungkuyang aku belikan habis. tidak lama kemudian kak ivhal datang dan risman pergi ke  atm untuk mengambil uang selama diperjalanan nanti. di kamar aku berdua dengan kak ivhal, kami  cerita cerita awal kami ketemu sampai kami musuhan dan ketumu kembali. aku melihat mata kak ivhl berkaca kaca karna sebentar lagi sahabatnya akan pergi, aku tidak than lagi menahan air mataku. akupun segerabangkit beerdiridan menuju wc kemudian memutar kerang  air agar menimbulkan suara bising dan aku menangis terisak, kemudian aku sengaja cuci muka agar tidak kelihatan sperti orang sudah menangis.

kami pun berangkat untuk mengantarnya ke terminal, aku dan risman boncengan sementara kak ivhal bawa barang barang, diperjalanan kami berdua hening, entah apa yang dia fikirkan yang jelas  sepanjang perjalanan aku meneteskan air mata. sampai diterminal kami mendapatkan mobil dan menunggu sampai mobilnya akan berangkat. kamipun duduk sambil berteduh di depan kios sambil berfoto foto. kemudian salah seorang datang menghamipiri kami dan berkata mobil akan berangkat, kami bertiga jalan menuju mobil tersebut. sampai dekat mobil risman kemudian salaman dengan kak ivhal sambil memeluknya dan mengucapkan kata perpisahan. kemudian dia datang  menghapiriku danmemelukku an berkata jaga diri baik baik dan langsung naik ke mobil, aku yang tidak bisa menahan air mata sejak tadi bersembunya di balik helem dan tutup mukaku sambil bersembunya dibelakan kak ivhal sambil metanap mobil itu pergi aku terus melambaikan tangan sampai mobil tadi tidak lagi di pandanganku. kemudian kak ivhal buru buru menancap gas motornya dan meninggalkanku berdiri kaku dipinggir jalan. kemudian aku menyusul pulang disepanjang perjalanan aku meneteskan  air mata, rasanya aku ingin teriak tapi tidak bisa, terlalu sakit jika aku harus mengeluarkan kata kata.

semenjak kepergiannya aku jadi malas ke kampus, aku tidak punya semangat kuliah, aku yang tadinya ceria mendadak murung, dan mataku selalu lembab. tiap malam aku meneteskan airmata dan tertidur dengan linangan airmata dan terbangun dengan bekas air mata. rasanya hidupku hampa, aku seperti berjalan sendirian di bumi. setiap tempat, dimanapun aku pergi, kemanapun, tiap langkahku selalu ada dia. aku jadi sering di tabrak, atau menabbrak gara gara aku berkendaraan dengan tatapan kosong. kadang kadang jika aku merasa sangat kangen aku berkunjung di kotsannya hanya sekedar lewat dan melihat kamarnya dari jauh,apakah sudh ada penghuni bari atau belum.

belum cukup dua bulan kepergiannya tepat pada tgl 9 desember jam 12 malam aku menerima pengakuannya dari BBM bahwa dia tidak bisa lagi bersamaku, aku yang tidak bisa dia bawa ke hubungan yang lebih serius, dia yang orang tuanya terlalu menekannya soal jodoh, aku yang dengan antusias sangat cinta dengannya, sedangkan dia tidak mengerti dengan perasaanaya yang erubah ubah. dan aku yang terlalu berharap padanya sedangkan dia tidak bisa bersamaku. aku tidak mengerti dengan semua ucapannya. dia yang dengan tegas mengatakan padaku bahwa dia mencintaiku dan dia ingin bersamaku lebih lama lagi aku sama sekali tidak mengerti.

aku yang tidak bisa berbuat apa apa lagi hanya isa pasrah, perasaanku hancur, aku yang sudah ditinggalkan saja sudah merasa hancur, apalgi aku dan dia sudah tidak punya status apa apa. dia dengan gampangnya berkata hubungan kami berdua dikembalikan seperti sebelum kami pacaran. dia  tidak mengerti, terkadang melakukan sesuatu itu tidak segampang kita mengucapkannya.

aku gila, yah gila, kenapa aku mengatai diriku gila ? aku menyentuh obat obatan dua hari setelah kami putus, aku minta bantuan temanku anak hukum untuk mencarikan aku obat penenang, dia berhasil mendapatkan aku 50butir destro, aku meminum destro 10 butir perhari tp tidak mempan dan tidak berhasil membuat perasaanku tenang. sampai pada akhirnya temanku memberikan aku oabat penenang aku lupa namanya apa yang jelasnya obat itu hanya dibunakan bagi orang yang menderita gangguan kejiwaan. temanku menyarankan aku meminumnya hanya 3kapsulperhari, tapi aku meminumnya sekaligus 5kapsul. sampai pada akhirnya aku tidak sadarkan diri dikamar kemudian aku terbangun dengan kepala yang sangat berat, dan memaksakan diri untuk turun mengambiil air minum dan jengjreng jreeeeeenggggg aku terpeeset di anak tangga dan terjatuh sampai ke ujung tangga hingga tidak sadarkan diri. aku terbangun ketika aku merasakan nyeri di tangan kanan, dan ketika aku membuka mata aku menyadari kalau aku sedang dirumah sakit.

dokter yang menangani aku bertanya keluhan yang aku rasakan ketika dia tau aku sudah sadarkan diri, kemudian dia berkata ” jangan sekali kali minum obat melebihi dosis kalau masi mau hidup ” aku kaget dan tersnyum miris kepada dokter dan berkata ” dokter jangan bilangbilang keluargku mengenai hal ini” kemudian dokter itu tersenyum dan prgi, dalam hati aku meras khawatir, jika dokter tadi memberitahukan hal itu kepada keluargku habislah aku.

bulan bulan pertama setelah kami putus aku masi sama. aku rasanya seperti sombie yg sedang patah hati, tiap hari aku terbangun dengan bekaslinangan air mata, tiap malam aku mimpi besama bahagia dengannya tp pada kenyataannya aku terbangun dengan bekas linangan air mata di pipi. aku tidak tah kagi dengan semuanya, setiap sudut kota makassar ada kenangan kami berdua. aku memutuskan untuk berlibur di kota aku dibesarkan kolaka sulawesi tenggara, aku berusaha menghibur diriku, selama akudikolaka aku sudah mulai tersenyum dan tertawa lagi, sejenak aku melupakan kesedihanku, melupakan rasasakit yang ad di hatiku, aku berusaha menata kembali hati ku yng sudah hancur melebihi kepingan puzle. disana aku mulai kembali ngecengin cowo cowo dan jalan dengan mantan mantanku. tapi tetapsaja setiap aku terbangun aku mendapatkan  pipiku dengan bekas linangan air mata. pada akhirnya aku menyadari bahwa aku menangis dalam tidurku. menangisi kisah cintaku, menangisi diriku yangbegitucinta terhadap sosok seorang risman tapi dia tidak bisa menpertahankanku, sementara ada orang lain yang mati matian ingin memperjuangkan cintanya demi kembali bersamaku tapi aku dengan tegasnya menolak. berharap risman akan meminta aku kembali padanya  sampai dua bulan kami putus dan seterusnya tidak ada tanda tanda kami akan kembali lagi.

setiap bulan pada tanggal 10 aku mengitung, sampai pada akhirnya aku merasakan sakit luar biasa. saat itu aku akan melaksanakan sholat isha pada jam 9 mlam. tapi sebelum aku mengambil air wudhu aku iseng isengbuka facebook aku dan aku kemudian aku mengambi air wudhu. setelah kembali dikamar aku mengambil bb yang aku letakkan di ranjangdan mulai membaca baca status teman fb. kemudian aku mendapatkan risman sedang upload foto berisi percakapannya dengan pacar barunya. di percakapannya melalu via bbm itu mereka saling mengucapkan kata i love you syg, an i love you to. aku yang membacanya spontan menjatuhkan bb dari tanganku dan tanpa embel embel lagi aku kemudian melaksanakan sholat isha. disepanjang sholatku aku terus meneteskan air mata dan pada sujut terakhir aku terisak saking perihnya, sakitnya hatiku. kemudian aku langsung berdoa ” ya allah jika memang dia jodohku, mohon berilah kami jalan agar kami bisa bersama, dan kalau memang dia bukan orang yang engkau jodohkan untukku mohon bantu aku melupakan perasaan cintaku padanya. rasanya aku tidak sanggup lagi menahan rasa sakit karna mencintainya ya allah” sebelum aku mengucapkan kata amin aku mendengar bbku berbunyi pertanda ada bbm. kemudian aku menghapus air mataku dan mengatur nafas melepaskan mukenah yang aku kenakan dan mengambil bb yag terjatuh dan aku naik ke ranjang kemudian aku membuka pesan bbm ternyata dari dia. kami yang sudah hampir 10 hari tidak ada komunikasi tiba tiba dia mengirimi aku sebuat bbm ” hai nur ap kabar ” kemudian aku menjawabny singkat, setip pertanyaannya aku jawab tnpa pernah bertanyakembali.

aku kemudian menghapus dia dari tampilan utama bbmku dan mengganti nama aslinya kembali kemdian mengganti wallpeper fotonya menjadi foto ku sendiri. aku kemudian menekan tombol  delet nmanya di kontak bbmku tp aku batalkan. rasanya aku ingin meremove dia dari facebook dan twetter.

entah kenapa setelah itu kami jadi lancar komunikasi, dan dia berncana ingin kembali ke makassar dengan alasan ingin melanjutkan kuliah s2 nya. dia tiba di makassar tepat 30 april dan kami ber4, aku, cici, dia dan kak ivhal langsung nonton. awalnya aku merasa canggungdengannya tapi aku berusaha menutupi perasaanku. aku rasanya ingin sekali memeluknya tapi tidak mungkin. keesokan harinya aku dan dia jalan bareng rasanya canggung ketika kami dia mulai membahas masa lalu, aku sepertiditikam. tapi dia sama sekali tidak mengerti, bahkan dia sama sekali tidak peduli dengan perasaanku. kemudian aku mendapatkan kado paling istimewa selama hidupku. aku mendapatkan kejutan ulantahun dari mereka. rasanya aku seperti mimpi bisa merayakan ulantahunkebersamanya. dan sejak saat itu tidak ada lagi canggung di antara kami berdua. aku menghabiskan waktuku bersamnya. aku kadang kadang merasa ingin mencacinya ketika dia masi bertanya hal yang pada kenyataannya dia tau jawabannya tapi masi dipertanyakan olehnya. kami berempat selalu nongkrong, hunting, jalan kemanapun. aku dan cici sering nginap dirumah kak ivhal, kami tidur bareng.

rasanya lucu ketika kak ivhaldan ciciselalu mengejek kami berdua pacaran, dan kami berduaselalu menyangkalnya. sampai pada tepatnya semalam tgl 7/6/13 aku dan cici nginap dirumah kak ivhal utuk kesekian kalinya. tapikali ini kami tidak tidur berempat. cici tidur bersama kak ivhal di dalamkamar sementara aku dan risman tidur diluar. risman yang tadinya sakit langsung tertidur pulas pengaruh obat yang aku suru minum. kemudian aku yang bosan main game kemudian tertidur lelap disampingnya. paginya aku dibangunkan dengankak ivhal yang akan berangkat keluar kota. dan setelah dia pergi cici bercerita  kepada kami bahwa mereka berdua telah pacarandan aku mengucapkan selamat padanya. kemudian cici yang tadinya mengira kami berdua pacaran berkata ” bukankah kalian berdua memang telah jadian ” kami berdua serentak menjawab kami tidakpacaran. kemudiancici memaksa kami untuk jadian.

dalam hati aku berkata ” cici, kamu memaksa kmi untuk jadian padahalkami sudah putus 6bulan yang lalu. ” kemudian aku hening, aku memang sangat mencintainya tapi biarlah perasaanku ini aku pendam. karna sampai sat ini aku bahkan tidak tau terasannya kepadaku seperti apa. aku bahkan tidak tau apa modus sebenarnya dia datang kembali di kehidupanku. padahal aku sudahmerasa nyaman hidup dalam bayang bayang kenangankami berdua.

kemudian cii kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya dan aku kembali berbaring di tempatku dan risman berbaring di sampingku. kamu berdua berhadapan, dia kemudian memelukku dan aku memegang wajahnya. aku memang sejak dulusangat senang memegang wajahnya. aku menatap dalam ke matanya dan bertata dalam hati

“tidakkah kamu tau betapa dalam perasaanku padamu ? tidakkah kamu mengerti semua sisa waktuku aku habiskan hanya untukmu  ? tp apa yang  qm beri untukku ? hanya rasa sakit terus menerus, ucapanmu, makian mu, kata katamu untukku semuanya tersa seperti membunuhku. tingkah kasarmu padaku semuanya menyakitiku. tidakkah kamu sadar cintaku heh ? belum pernah aku mencinta sebelumnya seperti aku mencintaimu. dan tidak akan ada orang yang mencintaimu seperti aku mencintaimu”

aku terus menatap dalam ke matanya rasanya peraaanku yang tadinya mulai utuh kembali menjadi kepingn puzle ketika menyadari dia tidak peka sama sekali dengan perasaanku. aku ingin menghentikan semua ini, ini menyiksaku. tapi aku tidak bisa karna aku mencintainya.

ya allah apa yang harus aku perbuat dengan cintaku ini ?

sementara mereka semua mendoakan kami berjodoh

MENYELESAIKAN AUDIT

BAB I

PENDAHULUAN

Pada makalah ini dibahas tahap terakhir dari audit yang memerlukan review yang cermat dan penuh pemikiran mengenai audit oleh seseorang yang berpengalaman dan sangat berilmu. Selain mereview hasil, beberapa aspek lain dalam menyelesaikan audit sangat menentukan keberhasilansauatu audit. Di makalah ini, tujuh bagian penyelesaian audit akan dibahas.

BAB II

PEMBAHASAN

I.                   MELAKSANAKAN PENGUJIAN TAMBAHAN UNTUK PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

Tujuan yang berhubungan dengan transaksi, tujuan yang berhubungan dengan saldo, dan tujuan pengujian dan pengungkapan. Akan dibahas tiga tahap pertaman proses audit menjelaskan bagaimana auditor merancang dan melaksanakan pengujian audit  untuk memperoleh bukti yang kuat untuk mendukung setiap kategori dari tujuan tujuan audit, auditor melakukan pendekatan untuk memperoleh bukti untuk tujuan audit yang berhubungan penyajian dan pengungkapan, konsisten dengan bagaimana mereka melakukan pendekatan untuk memperoleh bukti untuk tujuan audit yag berkaitan dengan transaksi saldo.

·         Melaksanakan prosedur untuk memahami pengendalian yang berkaitan dengan tujuan penyajian dan pengungkapan sebagai bagian dari prosedur penilaian risiko.

·         Melakukan uji pengendalian dan hubungan dengan pengungkapan ketika penilaian awal atas risiko pengendalian berada di bawah maksimum.

·         Melaksanakan prosedur substantive untuk memperoleh assurance bahwa semua tujuan audit dicapai untuk informasi dan jumlah yang disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan.

Salah satu ke khawatiran utama auditor berkenaan dengan tujuan penyajian danpengungkapan adalah menentukan apakah manajemen telah mengungkapkan semua informasi yang diperlukan (tujuan kelengkapan penyajian dan pegungkapan). Untuk menilai risiko bahwa tujuan kelengkapan untuk penyajian dan pengungkapan tidak dipenuhi, auditor mempertimbangkan informasi yang diperolehnya selama tiga tahap pertama pengujian audit untuk menentukan apakah mereka menyadari fakta dan situasi yang seharusnya diungkapkan.

II.                 REVIEW KEBIJAKAN KONTIJEN DAN KOMITMEN

Kebijakan kontijen (contigent liability) adalah potensi kewajiban dimasa mendatang kepada pihak luar untuk jumlah yang tidak diketahui dari aktivitas yang telah terjadi. Kewajiban kontijen yang material harus diungkapkan dalam catatan kaki. Diperlukan tiga kondisi agar suatu kewajiban kontijen ada :

1.       Terdapat potensi pembayaran ke pihak luar atau kerusakan aktiva (aset) yang diakibatkan oleh kondisi yang ada.

2.       Terdapat ketidak pastian mengenai jumlah pembayaran atau kerusakan dimasa mendatang

3.       Hasil akan dipecahkan oleh satu atau beberapa kejadian dimasa mendatang.

Catatan kaki konttijen harus menggambarkan sifat kontijensi sejauh yang diketahui juga opini dari penasehat hukum atau manajemen terhadap hasil yang diharapkan.

TABEL 24-2 kemungkinan keterjadian dan perlakuan laporan keuangan

Kemungkinan keterjadian peristiwa

Perlakuan laoran keuangan

 

Remote (kecil kemungkinan)

Tidak diperlukan pengungkapan

Reasonably possible (lebih besar dari remote tapi lebih kecil dari probable)

Diperlukan pengungkapan catatan kaki

Probable (mungkin terjadi)

-          Jika jumlah dapat diestimasi secara masuk akal, akun akun laporan keuangan disesuaikan

-          Jika jumlah tidak dapat diestimasi secara masuk akal, diperlukan pengungkapan catatan

Auditor terutama mencurahkan perhatiannya terhadap beberapa kewajiban kontijen :

ü  Tuntutan tertunda (pending) untuk pelanggaran paten, kewajiban produk, atau tindakan lainnya

ü  Perselisihan pajak pendapatan

ü  Garansi produk

ü  Diskonto wesel tagih

ü  Jaminan untuk kewajiban orang lain

ü  Saldo letter of credit yang beredar yang tidak digunakan

Tujuan auditor yang utama dalam memverifikasi kewajiban kontijen adalah :

·         Mengevaluasi perlakuan akuntansi dari kewajiban kontijen yang diketahui untuk menentukan apakah manajemen telah mengklasifikasikan dengan benar kontijensi tersebut (tujuan klasifikasi penyajian dan pengungkapan)

·         Mengidentifikasi sampai batasan praktis, setiap kontijensi yang belum diidentifikasi oleh manajemen (tujuan pengungkapan penyajian dan penungkapan)

Hal yang berhubugan erat dengan kewajiban kontijen adalah komitmen. Mereka memasukkan hal hal seperti sepakat untuk membeli bahan baku atau menyewakan fasilitas dengan harga tertentu atau menjual barang dagangan pada harga yang tetap, dan juga rencana bonus, rencana pembagian laba dan rencana pensiun, serta kesepakatan royalty. Karakteristik yang paling penting dari komitment adalah kesepakatan perusahaan untuk memberikan komitmennya pada suatu rangkaian kondisi tetap dimasa mendatang. Tanpa memandang apa yang terjati terhadap laba atau ekonomi secara keseluruhan.   Tentunya entitas bisnis setuju memberikan komitmen untuk kepentingannya sendiri yang lebih baik, akan tetapi komitmen tersebut dapat berubah menjadi kurang atau lebih menguntungkan daripada semula yang berpartisipasi. Perusahaan biasanya menggambarkan semuakomitmennya baik dalam catatan kaki yang terpisah atau menggabungkannya dengan catatan kaki yang berkaitan dengan kontijensi.

Beberapa rosedur audit yang sering digunakan untuk mencari kewajuban kontijen, tapi tidak semuanya dapat diterapkan dalam semua audit:

·         Mengajukan pertanyaan pada manajemen (secara lisan maupun tertulis ) mengenai kemungkinan adanya kontijensi yang tidak dicatat

·         Mereview agen pendapatan internal tahun ini dan tahun sebelumnya untuk menyelesaikan pajak pendapatan.

·         Mereview risalah pertemuan direksi dan pemegang saham untuk indikasi tuntutan hukum atau kontijensi lainnya

·         Menganalisis beban (biaya) hukum untuk periode dbawah audit dan mereview faktur dan laporan dari penasehat hukum untuk indikasi kewajian kontijen, terutama tuntutan hukum dan penundaan penilaian pajak.

·         Memperoleh surat dari setiap pengacara utama yang memberikan jasa hukum untuk kliennya dlam status penundaan penilaian pajak.

·         Memperoleh surat dari setiap pengacara yang diberikan jasa hukum untuk kliennya dalam status penundaan tuntutan atau kewajiban kontijen lain.

·         Mereview dokumentasi audit untuk tiap informasi yang mungkin menunjukkan potensi kontijensi .

·         Memeriksa letter of credit yang berlaku pada tangal neraca dan mmperoleh konfirmasi untuk saldo yang digunakan dan tidak digunakan

Mengajukan pertanyaan kepada pengacara klien. Merupakanprosedur utama yang menjadi tempat auditor bergantung untuk mengevaluasi tuntutan hukum yang diketahui atau klain lain terhadap klien dan mengidentifikasi tuntutan tambahan. Auditor bergantung pada keahlian an pengetahuan pengacara klien mengenai persoalan hukum klien untuk memberikan opini professional mengenai hasil yang diharapkan dari tuntutan hukum yang ada dan jumlah yang mungkin dari kewajiban., termasuk biaya paggadilan. Pengacara juga lebih mungkin mengetahui penundaan tuntutan hukum dan klaim  yang mungkin diabaikan oleh manajemen.

Sifat penolakan oleh pengacara untuk menyediakan informasiyang lengkap mengenai kewajiban kontijen kepada auditor jatuh dalam dua kategori :

1.       Pengacara menolak merespon karena kurangnnya mengetahui mengenai persoalan yang melibatkan kewajiban kontijen

2.       Pengacara menolak mengungkapkan informasi yang mereka anggap rahasia

III.              MERVIEW TERHADAP PERISTIWA KEMUDIAN

Tanggung jawab auditor untuk mereview peristiwa kemudian biasanya terbstas pada periode awal dengan tanggal neraca dan akhir dengan tanggal laporan audit. Karena tanggal laporan audit berkaitan dengan penylesaian prosedur audit yang penting dikantor klien, mereview terhadapperistiwa selanjutnya seharusnya selesai dekat dengan akhir audit. Terdapat dua jenis peristiwa kemudian yang memerlukan pertimbangan manajemen dan evaluasi auditor :  peristiwa yang memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian pada jumlah paoran keuangan tahun ini dan peristiwa yang tidakmemiliki dampak langsung terhadap jumlah laporan keuangan tetapi memerlukan pengungkapan.

Peristiwa yang memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian. Beberapa peristiwa yang muncul setelah tanggal neraca menyediakan informasi tambahan terhadap manajemen dan membantu membantu mereka menentukan penyajian yang wajar dari saldo akun pada tanggal neraca. Peristiwa periode kemudian, seperti berikut ini, memerlukan penyesuaian terhadap saldo akun pada laporan keuangan taun ini jika jumlahnya material :

·         Pernyataan kebangkrutan oleh pelanggan dengan saldo piutang usaha yag beredar karena kondisi keuanganpelanggan yang memburuk

·         Penyelesaian tuntutan hukum dengan jumlah yang beredar dari jumlah yang dicatat dari pembukuan

·         Penyingkiran peralatan yang tidak digunakan dalam operasi denganharga dibawah nilai buku pada saat ini

·         Penjualan investasi dengan harga dibawah yang tercatat

Peristiwa yang tidak memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan tetapi memerlukan pengungkapan. Peristiwa atau transaksi yang muncul diperiode selanjutnya yang mungkin memerlukan pengungkapan dan bukan penyesuaian dilaporan keuangan termasuk :

ü  Penurunan dalam nilai pasar sekuritas yang dipegang untukinformasi sementara atau untuk dijual kembali

ü  Penerbitan pbligasi atau sekuritas

ü  Penurunan dalam nilai pasar dari persediaan sebagai konsekuensi dari tindakan pemerintah yang menghalangi penjualan lebih lanjut dari suatu produk

ü  Kerugian persediaan yang tidak diasuransikan akibat dari kebakaran

ü  Marger atau akuisisi

Pengujian pernyataan kepada manajemen. Pengajuan pernyataan bervariasi dari klien ke klien tetapi biasanya berkaitan dengan potensi kewajiban atau komitmen kontijen, perubahan signifikan dalam aktiva atau struktur modal perusaaan, status saat ini dari item yang tidak sepenuhnya diselesaikan pada tanggal neraca. Auditor perusahaan public juga harus mencakup pengujian pernyataan kepada manajemen mengenai setiap perubahan dalam pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan yang dibuat setah akhir periode fiscal.

Berkorespondensi dengan pengacara auditor berkorespondensi dengan pengacara untuk sebagai bagian dari pencarian kewajiban kontijen. Auditor biasanya meminta pengacara untuk memberi tanggal dan mengirimkan surat apda tanggal penyelesaian pekerjaan lapangan yang diharapkan untuk memenuhi tanggung jawab auditor terhadap peristiwa kemudian.

Mereview laporan internal yang disiapkan pada tanggal neraca dalam mereview auditor seharusnya menekankan perubahan dalam bisnis dibandingkan dengan hasil untuk periode yang sama di tahun yang diaudit dan perubahan setelah akhir tahun.

Mereview catatan yang disiapkan setelah tangal neraca. Auditor harus mereview jurnal dan buku besar untuk menentukan keberadaan dan sifat dari transaksi signifikan yang berhubungan dengan tahun berjalan. Jika jurnal tidak diperbaharui, auditor harus mereview dokumen yang akan digunakan untuk menyiapkan jurnal.

Memeriksa risalah yang diterbitkan pada tanggal neraca. Auditor harus memeriksa risalah pertemuan pemegang saham dan direktur setelah tanggal neraca untuk peristiwa kemudian yang mempengaruhi laporan keuangan periode saat ini.

Pemperoleh letter of representation. Ditulisoleh manajemen klien kepada auditor mengesahlan laporan yang dibuat manajemen mengenai persoalan yang berbeda sepanjang audit, termasuk diskusi mengenai peristiwa kemudian. Surat tersbut merupakan keharusan dan mencakup persoalan lain yang relavan.

IV.              MENGEVALUASI HASIL

Auditor harus menggabungkan setiap salah saji yang tidak material untuk mengevaluasi apakah jumlah penggabungannya material. Auditr dapat menyimpan catatan salah saji tersebut dan menggabungkannya dengan cara yang berbeda., tetapi banyak auditor menggunakan skedul audit salah saji yang belum disesuaikan atau ikhtisar salah saji yang mungkin.  Sebelum menyelesaikan audit, auditor harus melakukan evaluasi akhir apakahpengungkapan dalam laporan keuangan telah memenuhi semua tujuan penyajian dan pengungkapan. Auditor harus merancang dan melaksanakan prosedur audit untuk memperoleh bukti bahwa empat tujuan penyajian serta pengungkapan telah dipenuhi. Sebagai bagian dari review akhir terhadap pengungkapan laporan keuangan, banyak kantor akuntan public mengharuskan penyelesaian daftar pemeriksaan pengungkapan laporan keuangan. Atas setiap audit. Kuesioner tersebut dirancang untuk mengingatkan auditor akan masalah pengungkapan umum dalam laporan keuangan dan untuk memfasilitasi review akhir atas keseluruhan audit oleh partner yang independen

Ada tiga alasan mengapa seorang kantor akuntan public yang berpengalaman harus meneliti dengan skema review dokumentasi audit pada tahap penyelesaian audit :

1.       Utuk mengevaluasikinerja personil yangbelum berpengalaman. Sebagian besar dari kebnyakan audit dilaksanakan oleh  personil audit yang memiliki pengalaman kerja kurang dari empat atau lima tahun.

2.       Untuk memastikan bahwa audit memenuhi standar kinerja kantor akuntan public. Pada setiap kantor akuntan public, kualitas kinerja staf sangat bervariasi, tetapi review yang cermat oleh personil puncak kantor bersangkutan akan membantu kita mempertahankan kualitas audit yang seragam.

3.       Untuk mengatasi bias yang sering kali merecoki pertimbangan auditor. Auditor harus selalu berusaha bersikap objektif slama melakukan audit, tetapi mereka mungkin saja kehilangan prespektif yang sebenarnya pada audit yang panjang ketika masalah yang kompleks harus dipecahkan.

V.                BERKOMUNIKASI DENGAN KOMITE AUDIT  DAN MANAJEMEN

Ada empat tujuan utama dari komunitas yang diwajibkan :

1.       Untuk mengomunikasikan tanggung jawab auditor dalam mengaudit laporan keuangan. Komuniksi ini meliputi diskusi dengan auditor bahwa  audit atas laporan keuangan dirancang untuk memperoleh assurance yang masuk akal, dan bukan absolute, mengenai salah saji yang material dalam laporan keuangan serta mengidentifikasi bahwa auditor tidak memberikan pendapat tentang keefektifan pengendalian internal, disamping keterbatasan lainnya dari audit atas laporan keuangan.

2.       Untuk menyediakan tinjauan mengenai lingkup dan penetapan waktu audit. Tujuan dari komunikasi yang diwajibkan ini adalah untuk menyediakan tinjauan tingkat tinggi, seperti pendekatan auditor untuk mengatasi risiko yang signifikan dan pertimbangan terhadap pengendalian internal, serta penetapan waktu audit, rincian sifat dan penetapan waktu prosedur audit dianggap tidak begitu penting sehingga keefektifan dan prediktabilitas audit tidak terganggu.

3.       Untuk menyediakan pihak pihak yang berhak temuan yang signifikan yang diperolehselama audit. Komunikasi tersebut mungkin mencakup diskusi mengenai materi, salah saji yang diperbaiki yang terdeteksi selama audit, dan pandangan auditor tentang aspek aspek kualitatif dari praktik serta estimasi akuntansi yang signifikan dan kesulitan yang signifikan yang ditemui selama audit, termasuk ketidaksepakatan dalam manajemen

4.       Untuk memperoleh informasi yang relavan dengan audit dari pihak yang berhak atau yang trlibat dalam tata kelola. Komite audit atau oihak yang berhak lainnya, seperti dawan direksi, mungkin berbagi keputusan strategis yang dapat mempengaruhi sifat dan penetapan waktu prosedur audit.

VI.              PENEMUAN FAKTA FAKTA LEBIIH LANJUT

Walaupun jarang terjadi kadang kadang auditor mempelajari , setelah laporan keuangan yang telah diterbitkan, bahwa laporang keuangan mengandung salah saji yang material. Ketika penemuan fakta fakta yang lebih lanjut ini terjadi, auditor berkewajiban untuk memastikan bahwa para pemakai yang mengandalkan laporan keuangan diberitahu mengenai salah saji tersebut. Jika auditor mengetahui salah saji tersebut sebelum laporan audit diterbitkan, auditor harus bersikeras bahwa manajemenlah yang harus memperbaiki salah saji ituatau sebagai gantinya, laporan audit yang berbeda akan diterbitkan. Jika auditor menemukan ahwa laporan ternyata menyesatkan kerika penerbitan, tindakan yang harus ditempuh adalah meminta klien untuk menerbitkan laporankeuangan yang telah direvisi dan mencantumkan penjelasan mengenai alasan revisi tersebut. Jika laporan keuangan periode selanjutnya telah selesai sebelum laporan yang direvisi akan diterbitkan , tidak dibenarkan untuk mengungkapkan salah saji dalam laporan keuangan periode selanjutnya. Penemuan fakta fakta yang lebih lanjut memerlukan penarikan kembali atau penerbitan kembali laporan keuangan hanya berasal dari peristiwa bisnis yang terjadi sebelum tanggal laporan auditor.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Tahap penyelesaian audit merupakan tahap  yang penting untuk memastikan audit yang berkualitas. Dalam tahap ini, auditor melaksanakan pengujian tambahan atas penyajian dan pengungkapan, termasuk mereview kontijensi dan peristiwa kemudian. Auditor juga mereview kecukupan bukti audit dan keputusan yang diambil untuk menentukan apakah hal itu mendukung pendapat audit. Kemudian auditor berkomunikasi dengan komite audit dan manajemen mengenai temuan yang penting dan persoalan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Randol J. ELDER. 2011. Audit Dan Jasa Assurance Jilid 2 , Jakarta : ERLANGGA