Menyelesaikan pengujian dalam siklus penjualan dan penagihan piutang usaha

BAB I

PENDAHULUAN

Pada penugasan audit pertama,diminta untuk menangani konfirmasi piutang usaha peritel yang memiliki sejumlah besar akun pelanggan. Karena piutang usaha merupakan salah satu bidang salah satu bidang  dalam mata kuliah auditing.dalam tahun tahun sebelumnya piutang tersebut. Dengan menggunakan konfirmasi negative dalam tahun terakhir sebanyak 200 konfirmasi negative telah dikirim 1 bulan sebelum akhir tahun .konfirmasi yang dikembalikan itu hanya menunjukkan perbedaan waktu.tidak ada salah saji yang diresprentasikan dalam pembukuan klien.

Rencana audit tentatif untuk tahun berjalan tidak berbeda dengan tahun sebelumnya .sebelum  tanggal konfirmasi  yang direncanakan pada tahun berjalan ,yaitu ketikasudah memahami pengendalian internal terhadap transaksi penjualan dan penerimaan kas ,menemukan bahwa system transaksi penjualan yang baru,yang mencakup penjualan berdasarkan internet,telah di implementasikan .klien mengalami masalah ketika berusaha mengoperasikan system itu dengan benar,dan sejumlah besar salah saji telah terjadi dalam mencatat penjualan selama beberapa bulan terakhir.pengujian pengendalian dan pengujian subtansif atas transaksi penjualan yang dilakukan juga mengidentifikasi salah saji yang serupa.

Dan pastikan anda mendapatkan sampel acak yang tepat sehingga dapat memperoleh proyeksi yang baik mengenai hasilnya .ingat dari mata kuliah auditing bahwa permintaan konfirmasi negatif tidak boleh dianggap sebagai bukti yang memuaskan apabila pengendaliannya lemah. Karena pelanggan hanya diminta memberikan respon apabila ada perbedaan ,auditor tidak dapat merasa yakin akan nilai setiap salah saji yang benar dalam mendapatkan sampel.jika demikian ,hasil dari menggunakan konfirmasi negative akan menjadi menyesatkan walaupun permintaan dikirimkan ke setiap pelanggan.

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.METODEOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO     Dalam merancang pengujia atas rincian saldo untuk piutang usaha,auditor harus memenuhi masing –masing dari delapan tujuan yang berkaitan dengan saldo yang di bahas pertama kali kedelapan tujuan umum tersebut sama bagi semua akun .jika di terapkan secar khusus pada piutang usaha,hal itu disebut sebagai tujuan audit yang berkaitan dengan saldo piutang.

 

Mengidentfikasi risiko bisinis   klienyang mempengaruhi piutang usaha

Gambar 16-1 metodeologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo bagi piutang usaha

 

                                                                           Tahap I

Metepkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai risiko inheren unutk piutang usaha

Tahap I

Tahap I

Menilai risiko pengendalian untuk siklus penjualan dan penagihan

Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian dan   pengujian subtantif atas transaksi unutk penjualan dan penagihan

Tahap II

Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk piutang usaha

tahap III

Merancang pengujian atas rincian saldo piutang usaha untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan saldo

Prosedur audit

Ukuran sampel

Item  yang dipilih

Penetapan waktu

 

 

                                                                                              tahap III

 

 

Usaha (accounts receivable-related audit objectives)dan adalah sbagia berikut :

  1. Piutang usaha dalam neraca saldo sama dengan jumlah file induk terkait ,dan totalnya telah ditambahkan dengan benar serta sama dengan buku besar umum(detai tie-in)
  2. Piutang usaha yang dicatat ada.(keberadaan)
  3. Piutang usaha yang ada telah dicantumkan(kelengkapan)
  4. Piutang usaha sudah akurat(keakuratan)
  5. Piutang usaha telah di klasifikan dengan benar(klasifikasi)
  6. Pisah batas piutang usaha sudah benar(pisah batas)
  7. Piutang usaha dinyatakan pada nilai realisasi (nilai raelisasi)
  8. Klien memiliki hak atas piutang usaha(hak)

 

1)      Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi piutang usaha (tahap I)

Pengujian piutang usaha didasarkan pada prosedur penilaian risiko auditor yang memberikan              pemahaman mengenai bisnis dan industry klien,auditor mempelajari proses bisnis untuk mengidentifikasi risiko bisinis klien yang signifikan yang dapat mempengaruhi laporan keungan ,termasuk piutang usaha.

2)      Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai risiko inheren(tahap I)

Pertama auditor akan mempertimbankan pendahuluan mengenai materialitas laporan keuangan secara keseluruhan ,dan kemudian mengalokasikan jumlah pertimbangan pendahuluan setiap akun neraca yang sginifikan termasuk piutang usaha ,sebagai penetapan salah saji yang dapat di toleransi (setting tolerable misstatement)

3)      Menilai resiko pengendalian untuk siklus penjualan dan penagihan (tahap I)

Pengendalian internal pada penjualan dan penerimaan kas serta piutang usaha terkait setidaknyaharus cukup efektif karena manajemen sangat menginginkan catatan yang akurat untuk mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan.auditor terutama harus memperhatikan tiga aspek pengendalian internal.

  1. Pengendalian yang mencegah atau m,endeteksi penggelapan
  2. Pengendalian terhadap pisah batas
  3. Pengendalian yang terkait dengan penysihan piutang tak tertagih

4)      Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substansif atas transaksi (tahap II)

Membahas perancangan prosedur audit untuk pengujian pengendalian dan pengujian subtansif atas transaksi ,memutuskan ukuran sampel ,dan akan menentukan apakah penilaian resiko pengendalian untuk penjualan dan penerimaan kas harus revisi.auditor menggunakan hasil pengujian subtansif atas transaksi untuk menentukan sejauh mana resiko deteksi yang direncanakan akan dipenuhi bagi setiap tujuan audit yang berkaitan dengan saldo piutang usaha.

5)      Merancang dan melaksanakan prosedur analitis (tahap III)

Prosedur analisis sering kali dilakukan selama tiga tahap audit:selama perencanaan,ketika melaksanakan pengujian yang terperinci,dan sebagai bagian dari penyelesaian audit.sebagian besar prosedur analitis yang dilaksanakan selama tahap pengujian yang terperinci dilakukan setelah tanggal neraca tetapi sebelum pengujian atas rincian saldo.

Sebagian besar prosedur analitis yang dilaksanakan selama tahap pengujian yang terperinci dilakukan setelah tanggal neraca tetapi sebelum pengujian atas rincian jadi masih dibolehkan melakukan prosedur  analitis yang ektensif sebelum klien mencatat semua transaksi selama tahun tersebut dan menyelesaikan laporan keuangannya.

Selain prosedur analitis,auditor juga harus mereview  piutang yang memiliki jumlah besar yang tidak biasa,seperti saldo besar,piutang yang telah lama beredar,piutang dan perusahaan afiliasi,pejabat direktur,pihak lain yang terkait,serta saldo kredit.untuk mengidentifikasi jumlah –jumlah tersebut,auditr harus mereview daftar akun (aged trial balance).

6)      Merancang dan melaksanakan pengujian atas rincian saldo piutang usaha (tahap III)

       Pengujian atasrincian saldo yang tepat tergantung pada factor-faktor yang tercantum pada kertas kerja perencanaan bukti.risiko deteksi yang direncanakan untuk setiap tujuan audit yang berkaitan dengan piutang usaha ditunjukkan pada baris kedua dari bawah.hal tersebut merupakan keputusan subjektif yang di buat oleh auditor setelah mengombinasikan kesimpulan yang dicapai mengenai setiap factor yang tercantum pada baris tersebut.

B.MERANCANG PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO

          Walaupun lebih menekankan akun neraca ketika melakukan pengujian atas rincian saldo auditor tidak boleh mengabaikan akun –akun laporan laba rugi karena akun-akun itu di uji sebagai produk  smapingan dari pengujian neraca.sebagai contoh jika auditor mengkorfirmasi saldo piutang usaha dan menemukan lebih saji yang disebabkan oleh kesalahan dalam menagih pelanggan ,maka baik piutang usaha maupun penjualan akan lebih saji.

Konfirmasi piutang usaha merupakan pengujian atas rincian saldo piutang usaha yang paling penting.sebagian besar pengujian piutang usaha dan penyisihan piutang tak tertagih didasarkan pada aged trial balance.aged trial balance menyajikan daftar saldo –saldo dalam file induk piutang usaha pada tanggal neraca,termasuk saldo pelanggaran individual yang beredar dalam rincian saldo pada waktu antara tanggal penjualan dan tanggal neraca.

Piutang usaha yang dicatat memang ada ,Konfirmasi saldo pelanggan merupakan pengujian atas rincian saldo yang paling penting untuk menentukan keberadaan atau eksistensi piutang usaha yang dicatat jika pelanggan tidak merespon konfirmasi,auditor juga memeriksa  dokumen pendukung guna menverfikasi pengiriman barang dan bukti penerimaan kas untuk menentukan apakah piutang tak tertagih.

Piutang usaha yang telah dicantumkan,sulit bagi auditor untuk menguji saldo akun yang dihilangkan dari aged trial balance,kecuali mengandalkan pada sifat menyeimbangkan sendiri pada file induk piutang usaha.

Piuang usaha sudah akurat,konfirmasi akun yang sudah dipilih dari neraca saldo nmerupakan pengujian atas rincian saldo yang paling umum bagi keakuratan piutang usaha.jika pelanggan tidak merespon permintaan konfirmasi ,auditor akan memeriksa dokumen pendukung dengan cara yang sama seperti yang diuraikan untuk tujan keberadaan.

Piutang usaha di klasifikasikan dengan benar,biasanya auditor dapat mengevaluasi klasivikasi piutang usaha relative jauh lebih mudah dengan mereview aged trial balance untuk piutang yang material dari klasifikasi,dari pejabat ,direktur,atau pihak terkait lainnya.

Salah saji pisah batas(cutoff misstatement)terjadi apabila transaksi periode berjalan dicatat dalam periode selanjutnya.tujuan dari pengujian pisah batas,tampa memandang jenis transaksi,adalah untuk menverfikasi apakah transaksi yang mendekati akhir priode akuntansi telah dicatat pada periode yang tepat.salah saji pisah batas  dapat terjadi untuk penjualan,retur dan pengurangan penjualan,dan penerimaan kas.bagi masing-masing pos tersebut,auditor memerlukan pendekatan rangkap tiga untuk menentukan kelayakan pisah batas:

  1. Memutuskan kriteria pisah batas yang tepat
  2. Mengevaluasi apakah klien memiliki prosedur yang memadai yang ditetapkan untuk memastikan kelayakan pisah batas
  3. Menguji apakah pisah batas sudah benar.

Pisah batas penjualan sebagian besar klien perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur mencatat penjualan berdasarkan criteria pengiriman barang akan dapat terjadi sebelum pengiriman (seperti pada kasus barang yang di buat secara maassal).

Pisah batas retur dan pengurangan penjualan prinsip –prinsip akuntansi  yang diterima umum mengharuskan bahwa retur dan pengurangan penjualan ditandingkan dengan penjualan yang terkait jika jumlahnya material,akan tetapi bagi sebagian besar retur dan pengurangan penjualan dicatat pada periode aqkuntansi dimana hal itu terjadi.

Pisah batas penerimaan kas,untuk sebagian besar audit,pisah batas penerimaan yang benar kurang begitu penting dibandingkan pisah batas penjualan karena pisah batas kas yang tidak tepat hanya mempengaruhi saldo kas dan piutang usaha.jauh lebih mudah menguji salah saji pisah batas penerimaan kas yang (yang sering disebut sebagai penyelenggaraan pembukuan penerimaan kas terbuka )dengan  menelusuri penerimaan kas yang dicatat kesetoran bank periode selanjutnya pada laporan bank.

Piutang usaha (realizable value of accounts receivable)sama dengan piutang usahakotor dikurangi penysihan piutang tak tertagih untuk menghitng penjualan mengestimasi total jumlah piutang usaha yang di perkirakan tidak dapat di tagih.

Beban piutang tak tertagih setelah auditor puas dengan penyisihan piutang tak tertagih ,akan jauh lebih mudah memverifikasi beban piutang tak tertagih .asumsikan bahwa:

  • saldo awal akun penyisihan diverifikasi sebagai bagian dari audit sebelumnya
  • penghapusan piutang tak tertagih diverifikasi sebagai bagian dari pengujian subtansif atas transaksi
  • saldo akhir akun penyisihan telah diverifikasi  dengan berbagai cara.

Klien memiliki hak atas piutang usaha pada umumnya hak klien atas piutang usahatidakmenimbulkan masalah karena biasanya piutang milik klien .akan tetapi dari beberapa kasus sebagian dar piutang mungkin telah digadaikan sebagai jaminan,dibebankan kepada orang lain.difaktorkanatau di jual dengan discon.

Penyajian dan pengungkapan piutang usaha pengujian terhadap empat tujuan audit yang berkaitan dengan penyajian dan pengungkapan umumnya dilakukan sebagai bagian dari tahap penyelesaian audit.akan tetapi beberapa pengujian atas penyajian dan pengungkapan sering kali dlakukan dengan pengujian untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan saldo.

C.KONFIRMASI PIUTANG USAHA

Konfirmasi piutang usaha konsep yang terus berulang dalam pembahasan mengenai perancangan pengujian atas rincian saldo piutang usaha.tujuan utama konfirmasi piutang usaha adalah untuk memenuhi tujuan eksistensi,keakuratan,serta pisah batas.

Standar auditing mengharuskan konfirmasi piutang usaha dalam situasi normal.SAS 67 (AU 330) menyediakan tiga pengecualian terhadap keharusan menggunakan konfirmasi:

  1. piutang usaha tidak material,hal ini sudah umum bagi perusahaan tertentu seperti toko diskonyang terutama melakukan penjualan secara tunai atau dengan kartu kredit.
  2. Auditor mempertimbangkan konfirmasi bukti yang tidak efektif karena tingkat responnya kemungkinan tidak akan memadai atau tidak dapat diandalkan.dalam industri tertentu ,seperti rumah sakit,tingkat respons terhadap konfirmasi sangatlah rendah.
  3. Gabungan tingkat resiko inheren dan resiko pengendalian rendah danbukti subtansif lainnya dapat diakumulasi untuk menyediakan bukti yang mencukupi.jika klien memiliki p3ngendalian internal yang efektif dan resiko inheren yang rendah untuk siklus penjualan dan penagihan ,auditor sering kali bisa memenuhi persyaratan bukti dengen pengujian pengendalian ,pengujian subtansif atas transaksi,dan prosedur analitis.

 

1.Jenis konfirmasi

Dalam melakukan prosedur konfirmasi ,pertama auditor harus memutuskan jenis konfirmasi yang akan digunakan:

Konfirmasi positif (positive confirmation)adalah komunikasi dengan debitor yang meminta pihak penerima untuk mengkonfirmasi secara langsung apakah saldo yang dinyatakan pada permintaan konfirmasi itu benar atau salah.

Formuilir konfirmasi yang kosong (blank confirmation form)adalah jenis konfirmasi yang positif yang tidak penyatakan jumlah pada konfirmasi tetapi meminta penerimanya untuk mengisi saldo atau melengkapi informasi lainnya.

Konfirmasi faktur(infvoice confirmation) adalah jenis konfirmasi positif lainnya dimana setiap faktur akan dikonfirmasi ,dan bukan saldo piutang usaha pelanggan secara keseluruhan.

Konfirmasi negative (negative confirmation)juga ditunjukkan kepada debitor tetapi hanya akan meminta respons jika debitor tidak setuju dengan jumlah yang dinyatakan.

2.Penepatan waktu

Bukti yang paling dapat diandalkan dari konfirmasi baru akan diperoleh jika konfirmasi itu dikirim sedekat mungkin dengan tanggal neraca.

3.keputusan sampling

  1. Ukuran sampel factor utama yang mempengaruhi ukuran ampel untuk    mengkonfirmasi piutang usaha berada dalam beberapa kategori dan mencangkup hal-hal berikut:
  • Salah saji dapat di toleransi
  • Risiko inheren(ukuran relative total piutang usaha,jumlah akun,hasil tahun sebelumnya,dan salah saji yang diharapkan.
  • Risiko pengendalian
  • Risiko deteksi yang dicapai dan pengujian subtansif lainnya (luas dan hasil pengujian subtansif atas transaksi ,prosedur analitis ,dan pengujian yang terinci lainnya).
  • Jenis konfirmasi (negative yang biasanya memerlukan ukuran sampel yang lebih besar)
  1. 2.      Pemilihan item untuk pengujian

Akan diperlukan beberapa jenis stratifikasi pada sebagian besar konfirmasi.dalam suatu pendekatan umum stratifikasi untuk memilih saldo yang akan di konfirmasi ,auditor mempertimbangkan baik nilai dolar piutang maupun lamanya waktu piutang yang telah beredar.

4.menyelenggarakan pengendalian

Setelah item yang akan do konfirmasi dipilih,auditor harus menyelenggarakan pengendalian atas konfirmasi itu hingga di kembalikan dari pelanggan.jika klien membantu dengan menyiapkan konfirmasi ,memasukkannya dalam amplop ,atau menempelkan perangko di amplop,auditor harus mengawasinya dengan ketat.

5.menindak lanjuti non responden

Untuk setiap konfirmasi yang positif yang tidak di kembalikan ,auditor dapat memeriksa dokumentasi berikut untuk memferifikasi eksistensi dan keakuratan setiap transaksi penjualan yang membentuk saldo akhir piutang usaha:

  • Penerimaan kas selanjutnya Bukti penerimaan kas selanjutnya pada tanggal konfirmasi meliputi pemeriksaan remittance advice,ayat jurnal dalam catatan penerimaan kas,atau mungkin kredit selanjutnya dalam file induk piutang usaha.
  • Salinan faktur penjualan hal ini memanfaatkan dalam memverifikasi penerbitan faktur penjualan actual dan tanggal penagihan actual.
  • Dokumen pengiriman hal ini penting dalam menentukan apakah pengiriman telah benar-benar dilakukan dalam sebagian pengujian pisah batas.
  • Korespondensi dengan klien biasanya auditor tidak perlu mereview korerpondensi sebagai bagian dari prosedur alternative,tetapi korespondensi dapat digunakan untuk mengunkapkan piutang yang diperselisihkan dan yang meragukan yang tidak terungkap oleh cara lainnya.

 

D.MENGEMBANGKAN PENGUJIAN P0ROGRAM AUDIT YANG TERINCI

Fran more ,auditor senior,meyiapkan kertas kerja perencanaan bukti yang disajikan sebagai alat bantu untuk membantunyamemutuskan luas pengujian atas rician saldo yang  direncanakan .sumber setiap baris adalah sebagai berikut:

  • Salah saji yang dapat di toleransi
  • risiko audit yang diterima
  • risiko inheren
  • risiko pengendalian
  • hasil pengujian subtansif atas transaksi

 

BABIII

PENUTUP

A.kesimpulan

 

Jika semua perbedaan telah di selesaikan,termasuk yang ditemukan dalam melakukan prosedur alternative,auditor harus mengevaluasi ulang pengendalian internal.setiap salah saji klien harus dianalisis untuk menentukan apakah hal tersebut konsisten atau tidak konsisten dengan tingkat resiko pengendalian yang dinilai pada awal audit.jika sejumlah besar salah saji yang terjadi itu tidak konsisten dengan penilaian resiko pengendalian,auditor harus merevisi penilaian itu dan mempertimbangkan pengaruh revisi tersebut terhadap audit.auditor perusahaan public juga harus mempertimbangkan implikasinya bagi audit pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan.

Auditor harus selalu mengevaluasi sifat kualitatif salah saji yang ditemukan dalam sampel ,dalam memandang jumlah dolar salah saji populasi yang diestimasi.meskipun salah saji yang diestimasi lebih kecil dari salah saji yang dapat di toleransi  untuk piutang usaha,salah saji yang ditemukan dalam sampel dapat menjadi masalah yang lebih serius.

 

 

 

 

DAFTAR PUSATAKA

Randol J. ELDER. 2011. Audit Dan Jasa Assurance Jilid 2 , Jakarta : ERLANGGA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s