STRUKTUR INFORMASI DAN EVOLUSI SISTEM INFORMASI

A.SEGMEN BISNIS DAN FUNGSIONAL
1.SEGMEN BISNIS
Perusahaan terdiri atas berbagai unit atau segmen fungsional . Perushaan di atur  menjadi beberapa segmen untuk meningkatkan beberapa segmen efisiensi internal melalui spesialisasi tenaga kerja dan alokasi sumber daya yang efektif dari segi biaya . Para manajer dari semua segmen dapat mengfokuskan perhatian mereka dalam berbagai area tanggung jawab yang terbatas untuk mencapai tingkat efisiensi operasional yang lebih tinggi .
Ada beberapa cara untuk mengatur segmentasi perusahaan . Tiga pendekatan yang paling umum meliputi segmentasi berdasarkan :
1.    Lokasi Geografis . Banyak perusahaan memiliki opersi yang tersebar di seluruh Negara dan seluruh Dunia  . Perusahaan-perusahaan tersebut melakukan hal ini untuk mendapat akses ke berbagai sumber daya , pasar , atau lini distribusi . Cara yang paling mudah untuk mengelola operasi  semacam ini adalah mengatur manajemen perusahaan berdasarkan segmen geografisnya masing-masing sebagai entitas yang setengah otonom .
2.    Lini Produk . Perusahaan yang memproduksi banyak sekali  jenis   produk sering kali mengstur organisasinya  berdasarkan lini produk , dengan menciptakan berbagai  devisi yang terpisah untuk setiap produk . Segmentasi peroduk  memungkinkan perusahaan menugaskan manajemen , tenaga kerja , dan sumber daya khusus nya ke berbagai segmen secara terpisah  , seolah-olah hamper seperti  perusahaan yang terpisah .
3.    Fungsi Bisnis . Segmentasi fungsional  membagi perusahaan kedalam berbagai  area tanggung jawab khusus  berdasarkan pekerjaan . Area fungsional di tentukan berdasarkan aliran sumber daya utama di sepanjang perusahaan . Contoh dari segmen  fungsional bisnis  adalah pemasaran , produksi , keuangan , dan akuntansi .
Beberapa perusahaan menggunakan lebih dari satu cara untuk melakukan segmentasi . Contohnya ,  sebuah perusahaan konglomerasi internasional dapat menentukan segmen  operasinya perata-tama secara  secara geografis , dilanjudkan dengan  segmentasi fungsi dalam  tiap segmen produk .

2 . SEGMEN FUNGSIONAL
Segmentasi berdasarkan fungsi bisnis adalah metode pengaturan yang paling umum . Sebagai gambaran , di asumsikan  sebuah perusahaan manufaktur yang menggunakan berbagai sumber daya sebagai berikut : bahan baku , tenaga kerja , modal keuangan , dan informasi . Menunjukkan hubungan

antara berbagai segmen fungsi dengan berbagai sumber daya ini .
Nama fungsi dan bahkan fungsinya sendiri bahkan sangat berbeda antar perusahaan  , bergantung pada ukuran dan lini bisnisnya . Sebuah  perusahaan utilitas umum mungkin memiliki sedikit peran  untuk fungsi pemasaran jika sedikit dibandingkan dengan sebuah produsen mobil . Sebuah perusahaan jasa mungkin tidak memiliki fungsi produksi normal  dan sedikit peran dalam pengelolaan  persediaan . Sebuah perusahaan dapat menyebut   sumber daya tenega kerjanya sebagai  personel sementara yang lainnya menggunakan  istilah sumber daya manuasia .

B . FUNGSI AKUNTANSI
Fungsi akuntansi mengelola sumber daya  informasi keuangan perusahaan .  Dalam hal ini , fungsi ini memainkan dua peran penting  di pemrosesan transaksi . Pertama , akuntansi menangkap dan mencatat berbagai pengaruh keuangan dari berbagai transaksi perusahaan . Ini meliputi berbagai  kegiatan seperti pemindahan bahan baku dari gudang ke produksi , pengiriman barang jadi ke pelanggan , arus kas masuk ke perusahaan dan penyimpanan ke bank , pembelian persediaan , serta pembeb asan kewajiban keuangan .
Kedua fungsi akuntansi mendistribusikan informasi transaksi ke personel operasional untuk mengordinasikan banyak dari tugas penting mereka . Aktivitas akuntansi yang  berkontribusi langsung pada operasi bisnis meliputi pengendalian  persediaan , akuntansi biaya ,  penggajian , utang usaha , piutang usaha , penagihan , akuntansi aktiva tidak lancer , dan buku besar . Tiap –tiap aktivitas ini akan dibahas secara khusus di bab-bab selanjutnya . Akan tetapi  untuk saat ini kita perlu mempertahankan  pandangan yang lebih luas mengenai akuntansi untuk memahami peran fungsionalnya dalam perusahaan .
1 . Nilai Informasi
Nilai informasi bagi pengguna ditentukan berdasarkan kendalanya (reability) . Telah diperlihatkan sebelumnya bahwa tujuan informasi adalah untuk mengarahkan pengguna ketindakan yang seharusnya . Agar hal ini dapat terjadi , informasi harus memiliki berbagai atribut tertentu –relavan , akurat , lengkap , ringkas , dan tepat waktu . Ketika berbagai atribut ini konsisten ada , informasi akan memiliki keandalan dan memiliki nilai bagi penggunanya . Informasi yang tidak andal tidak memiliki nilai . Hal itu adalah penggunaan sumber daya yang sia-sia . Implikasi yang lebih negative dari informasi yang tidak andal adalah bahwa informasi tersebut  dapat mengarahkan pada keputusan yang fungsional .
Contoh :
Seorang manajer pemasaran menandatangani sebuah kontrak  dengan pelanggan untuk memasok sebuah produk  dalam jumlah besar dengan tenggang waktu tertentu . Dia melakukan keputusan ini berdasarkan pada informasi tingkat persediaan barang  jadi . Akan tetapi , karena pencataan yang salah , informasi tersebut tidak benar . Tingkat persediaan produk  sesungguhnya tidak cukup  untuk memenuhi pesanan tersebut , dan kuantitas yang dibutuhkan tidak dapat tidak dapat diproduksi dalam tenggak waktu kontrak itu . Kegagalan untuk memenuhi syarat dari kontrak tesebut dapat mengakibatkan tuntutan hokum .
Keputusan penjualan yang buruk ini adalah akibat Dari informasi yang menipu . Keputusan yang efektif membutuhkan informasi yang memiliki tingkat keandalan yang tinggi .

2 . Independeksi Akuntansi
Kebutuhan untuk memastikan keandalan informasi akuntansi menempatkan fungsi akuntansi dalam posisi yang unik di perusahaan . Keandalan informasi sangat tergantung pada konsep independeksi akuntansi . Jika dijelaskan secara sederhana , aktivitas akuntansi harus terpisah dan independen dari berbagai area fungsional lainnya yang menyimpan sumberdaya fisik . contohnya : bagian akuntansi memantau dan mencatat perpindahan bahan baku ke produksi  serta penjualan barang jadi ke pelanggan . Bagian akuntansi mengotorisasi pembelian bahan baku dan pengeluaran pembayaran secara tunai ke para pemasok dan karyawan . Bagian aktif berpartisipasi dalam aktifitas fisiknya . keputusan pengguna yang efektif membutuhkan informasi penting semacam itu dipasok oleh sumber dan independen untuk memastikan integritasnya .

C . FUNGSI LAYANAN KOMPUTER
Fungsi layanan computer berkaitan erat dengan sumber daya informasi  . Berbagai aktifitas dapat diukur dalam berbagai macam cara yang berbeda .Salah satu struktur yang ekstrim adalah pendekatan pemrosesan data terpusat sementara pendekatan lainnya yang ekstrim lainnya adalah pendekatan pemrosesan data terdistribusi . kebanyakan struktur perusahaan masuk diantara dua kutub ekstrim ini dapat memiliki berbagai elemen .
1.    Pemrosesan Data Terpusat
Dibawah model pemrosesan data terpusat , semua pemrosesan data dilakukan  oleh satu atau lebih computer besar besar yang di tempatkan disebuah lokasi pusat dan melayani para pengguna diseluruh perusahaan . Figur 1-9 menggambarkan pendekatan ini dengan computer yang melayani berbagai aktifitas dikonsolidasikan serta dikelola sebagai sumber daya bersama perusahaan . Pengguna akhir bersaing untuk mendapatkan sember daya ini  berdasarkan kebutuhannya . Fungsi layanan computer biasanya diperlakukan sebagai pusat biaya yang biaya operasionalnya di bebankan kembali kepada pengguna akhir .
Administrasi basis data  . perusahaan yang diatur secara terpusat memelihara sumber daya datanya dalam lokasi terpusat yang digunakan bersama oleh semua pengguna akhir
Pemrosesan data . Kelompok pemrosesan data mengelola simber daya computer  yang digunakan untuk melakukan pemrosesan rutin transaksi .
Pengembangan dan pemeliharaan system . Kebutuhan system informasi para pengguna dipenuhi melalui dua fungsi yang saling berhubungan  : pengembangan system dan pemeliharaan system . Kelompok yang pertama bertanggung jawab untuk  mendesain system baru yang memenuhi berbagai kebutuhan tersebut . Para partisipan dalam pengembangan system meliputi para professional system  , pengguna akhir , dan pemegang kepentingan .

D . MODEL PROSES MANUAL
Model proses manual adalah bentuk system akuntansi yang paling tua dan paling tradisional . Sistem manual terdiri atas berbagai jenis kegiatan , sumber daya , dan personel fisik yang merupakan cirri banyak proses bisnis Ini meliputi berbagai pekerjaan seperti pencatatan pesanan , penggudangan bahan baku , prodiksi barang untuk dijual , pengiriman barang kepelanggan , serta penempatan barang kepemasok . Biasanya model ini juga memerlukan pekerjaan fisik untukl pencatatan . sering kali , pencatatan secara manual digunakan untuk mengajarkan skripsi akuntansi ke para mahasiswa jurusan bisnis . Akan tetapi , pendekatan ini hanyalah alat bantu pelatihan . akhir-akhir ini pencatatan manual jarang dipraktekkan .
Akan tetapi ada baiknya mempelajari proses manual sebelum belajar menguasai system berbasis computer  . Pertama , mempelajari system manual membantu pembentukan hubungan yang penting antara mata kuliah SIA berbagai mata kuliah akuntansi lainnya . Kedua , logika proses bisnis lebih mudah  dipahami jika tidak tesembunyi dibalik teknologi . informasi yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai  kegiatan seperti penjualan , pengundangan , serta pengiriman adalah  penting dan terpisah dari teknologi  yang mendasari system informasi . Terakhir , prosedur manual memfasilitasi pemahaman mengenai aktifitas pengewndalian internal ,  gtermasuk pemisah fungsi , supervisi , verifikasi independen , jejak audit , serta pengendalian akses . oleh karena sifat manuasia tedapat dalam inti berbagai isu pengendalian internal , maka arti penting dari aspek system informasi jangan sampai terlupakan .

E . MODEL BASIS DATA
Perusahaan dapat mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan file datar dengan mengimplementasikan model basis data 9database model)untuk manajemen data . Figur 1-13 menggambarkan bagaimana pendekatan ini memusatkan data perusahaan kedalam satu basis data bersama yang dibagi bersama dengan semua pengguna . Jika data perusahaan berada dalam lokasi terpusat , semua pengguna memiiki akses ke data yang  di butuhkan untuk mencapai tujuan masing-masing . Akses ke sumber daya data di kendalikan melalui system menajemen basis data (database manajement system –DBMS)DBMS adalah peranti lunak system khusus yang di program untuk mengetahui elemen data mana yang pengguna akan mengirim permintaan data ke DBMS , yang akan memvalidasi serta mengotorisasi akses ke basis data berdasarkan tingkat otoritas pengguna . Jika pengguna meminta data yang tidak sesuai  dengan hak aksesnya , permintaan itu akan di tolak . jelas bahwa prosedur perusahaan untuk memberikan otorisasi ke para pengguna adalah masalah pengendalian yang penting untuk di pertimbangkan oleh auditor .
Perbedaan yang paling utama antara model basis data dengan model filedatar adalah pengumpulan data ke dalam sebuah basis  data bersama yang digunakan oleh semua pengguna diperusahaan . dengan akses ke domain penuh entitas data ,berbagai perubahan dalam kebutuhan informasi pengguna dapat dipusatkan tanpa harus mendapatkan rangkaian data khusus tambahan . Para pengguna hanya dibatasi oleh keterbatasan data yang tersedia untuk entitas tersebut serta legitimasi kebutuhannya untuk mengakses data tersebut .

F . MODEL REA
Rea adalah kerangka kerja akuntansi untuk pemodelan resources (sumber daya ), events(kegiatan) , agents (pelaku) perusahaan yang sangat penting , dan hubungan di antaranya . setelah di tetapkan , baik data akuntansi maupun non akuntansi mengenai fenomena ini dapat di identifikasi , ditangkap , dan disimpan dalam basis data relasional . Dari tempat penyimpanan ini , tampilan pengguna dapat dibentuk untuk memenuhi kebutuhan semua pengguna dalam perusahaan . Ketersediaan bebara tampilan beberapa tampilan memungkinkan pengguna data gtransaksi secara fleksibel dan memungkinkan pengembangan system informasi akuntansi yang mendorong dan bukan menghambat integrasi .
Model REA di usulkan pada tahun 1982 sebagai model teoritis untuk akuntansi  kemajuan dalam teknologi basis data telah berfokus pada ketertarikan yang baru . Pada REA sebagai alternative praktis untuk kerangka kerja akuntansi yang klasik .berbagai elemen utama dari model REA adalah
1 . Sumber daya  ekonomi adalah berbagai aktiva perusahaan .Sumber daya ini di definisikan sebagai objek yang tidak mudah di dapat serta di bawah kendali perusahaan . Definisi ini berbeda dari model tradisional karena tidak memasukkan piutang usaha . Piutang usaha adalah catatan lama yang hanya menyimpan dan mentransmisikan data . Karena piutang usaha bukan merupakan elemen dasar dari system tersebut , maka tidak perlu di masukkan dalam basis data .Sebagai penggantinya ,piutang usaha di turunkan dari selisih antara penjualan ke pekanggan dengan kas yang di terima dari pembayaran penjualan .
2 . Kegiatan . ekonomi adalah fenomena yang mengaruhi berbagai perubahan dalam sumber daya .Fenomena ini dapat berasal dari berbagai aktifitas seperti : produksi , perdagangan , konsumsi , dan distribusi . Kegiatan bernilai ekonomi adalah elemen informasi yang sangat penting dalam system akuntansi serta harus ditangkap dalam bentuk yang sangat terperinci untuk menyediakan basis data yang sangat lengkap .
3 . Pelaku ekonomi adalah orang-orang dan departemen yang berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi .Pihal-pihak tesebut adalah pihak dari dalam dan dari luar perusahaan dengan kemampuan untuk memilih sendiri menggunakan atau membuang sumber daya yang bernilai ekonomi . Contoh pelaku adalah staf administrasi bagian penjualan , tenaga kerja bagian produksi , staf administrasi bagian pengiriman , serta para pemasok .
Model REA mensyaratkan agar fenomena akuntansi di karakterisasikan dalam cara yang konsisten dengan pengembangan berbagai tampilan untuk beberapa pengguna .Data bisnis jangan di format terlebih dahulu atau dibatasi secara buatan dan harus mencerminkan semua aspek yang relafan dari kegiatan ekononmi yang mendasarinya . Jadi , prosedur dan basis data REA distrukturisasi di sekitar kegiatan , bukan pada catatan akuntansi seperti jurnal ,  buku besar , daftar akun , danm pembukuan berpasangan (double –entry accounting ) . Di bawah model REA , perusahaan membuat laporan keuangan langsung  dari basis data kegiatan .Kegiatan penjualan dan penerimaan kas berikut ini adalah sebuah peritel  fiktif dapat di gunakan untuk menggambarkan perbedaan interen antara akuntansi REA dengan yang klasik .Dalam system akuntansi REA , system akan menangkap transaksi ini dalam rangkaian table basis data relasional yang menekankan pada kegiatan bukan akun .Data yang berkaitan dengan pelanggan , faktur , dan barang yang di jual , dan sebagainya dapat ditangkap untuk beberapa kegunaan dan pengguna . Record akuntansi traditional meliputi jurnal , buku besar , dan daftarv akun yang tidak tampak sebagai fileatau table fisik dalam model REA .untuk tujuan laporan keuangan , tampilan atau gambar record akuntansi tradisional di bentuk dari berbagai table kegiatan .REA adalah model konseptual , bukan system fisik .akan tetapi, banyak dari prinsipnya di temukan dalam system basis data lain yang lebih canggih .aplikasi daro filosofi REA yang paling berharga dapat dilihat dalam pembutatan system ERP,.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s